Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Pola Belanja Rumah Tangga makin Merata, Luar Jawa Ikut Jadi Motor Pertumbuhan

Naufal Zuhdi
29/1/2026 21:41
Pola Belanja Rumah Tangga makin Merata, Luar Jawa Ikut Jadi Motor Pertumbuhan
Ilustrasi(MR DIY)

Pola belanja rumah tangga di Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan pergeseran penting: konsumsi semakin merata antarwilayah. Jika sebelumnya pertumbuhan ritel banyak bertumpu di kota-kota besar Pulau Jawa, kini peningkatan permintaan terlihat kuat di berbagai daerah non-Jawa, terutama di kota tier 2 dan tier 3. Laporan kinerja ritel menunjukkan bahwa penyebaran konsumsi ini menjadi salah satu tren utama tahun 2025.

Gambaran tersebut tercermin dari ekspansi dan performa MR DIY Indonesia yang mencatat pertumbuhan belanja konsumen lintas wilayah. Sepanjang tahun, peritel ini membuka lebih dari 270 toko baru di seluruh Indonesia, termasuk di luar Jawa. Pembukaan toko ke-1.200 di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, menjadi salah satu penanda kuat bahwa permintaan ritel rumah tangga tidak lagi terpusat di Jawa.

Pemerataan ini dinilai mencerminkan meningkatnya akses masyarakat daerah terhadap ritel modern sekaligus naiknya kebutuhan produk rumah tangga yang terjangkau. Konsumen di berbagai wilayah kini memperlihatkan pola kebutuhan yang semakin seragam, baik di Jawa maupun luar Jawa.

Presiden Direktur MR DIY Edwin Cheah menilai tren tersebut sebagai sinyal positif bagi lanskap ritel nasional.

“Permintaan yang semakin merata di berbagai wilayah menunjukkan bahwa konsumen di Indonesia kini memiliki kebutuhan dan ekspektasi yang semakin serupa terhadap produk rumah tangga yang fungsional dan bernilai. Melalui perluasan jaringan toko, kami berupaya memastikan setiap keluarga, di mana pun berada, dapat mengakses solusi kebutuhan rumah tangga yang relevan dan terjangkau,” ujar Edwin.

Selain penyebaran geografis yang makin luas, laporan tren belanja juga menunjukkan perubahan cara konsumen berbelanja. Sepanjang 2025, masyarakat dinilai lebih terencana dan selektif. Pertimbangan utama sebelum membeli meliputi kebutuhan esensial, harga terjangkau, fungsi multifungsi, dan relevansi produk.

Ke depan, pola konsumsi diperkirakan semakin mengarah pada pembelian yang rasional dan berbasis fungsi jangka panjang. Menjelang Ramadan, aktivitas belanja diproyeksikan tetap meningkat, tetapi dilakukan dengan perencanaan lebih matang. Konsumen diperkirakan fokus pada perlengkapan rumah tangga, kebutuhan dapur, dan produk penunjang kebersamaan keluarga. Belanja musiman juga diprediksi dimulai lebih awal karena konsumen ingin memanfaatkan promosi tanpa mengganggu anggaran utama.

“Kami melihat bahwa konsumen semakin bijak dalam berbelanja. Prioritas pemenuhan kebutuhan rumah tangga kini dibarengi dengan pertimbangan fungsi, relevansi, dan fleksibilitas produk. Keterjangkauan harga juga mendukung konsumen berbelanja lebih efisien,” terang Edwin.

Dengan tren konsumsi yang semakin tersebar dan terencana, lanskap ritel Indonesia menunjukkan fase baru: pertumbuhan tidak lagi bertumpu pada satu wilayah, melainkan ditopang oleh permintaan yang semakin merata di berbagai daerah. Pergeseran ini menjadi indikator penting bagi arah konsumsi rumah tangga nasional ke depan. (E-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya