Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Konsep Mal 2026 Bergeser Jadi Ruang Sosial & Wellness Experience

M Ilham Ramadhan Avisena
28/1/2026 18:40
Konsep Mal 2026 Bergeser Jadi Ruang Sosial & Wellness Experience
Lanskap ritel di kawasan perkotaan Indonesia diperkirakan terus bergerak hingga 2026.(MI/ANGGA YUNIAR)

LANSKAP ritel di kawasan perkotaan Indonesia diperkirakan terus bergerak hingga 2026, namun arahnya tak lagi bertumpu pada transaksi jual beli semata. Ritel urban kini kian memainkan peran sebagai ruang sosial, rekreasi, dan gaya hidup, seiring perubahan perilaku konsumen kota.

Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia, Syarifah Syaukat, menilai ekspansi ritel di wilayah urban masih berlangsung, tetapi dengan format yang berbeda. Pusat perbelanjaan tidak lagi mengandalkan konsep fisik penuh seperti sebelumnya.

"Retail di urban area masih berkembang dan tetap ekspansi, tapi bentuknya sudah berbeda. Fokusnya bukan lagi full physical retail seperti dulu," ujarnya dikutip pada Rabu (26/1).

Perubahan tersebut dipicu oleh pergeseran pola belanja masyarakat yang semakin efisien dan beralih ke platform daring. Mal pun kehilangan fungsi lamanya sebagai tempat utama membeli barang.

"Bukan berarti retail sudah jenuh. Tapi sekarang orang tidak merasa perlu datang ke mall hanya untuk beli barang. Yang dicari justru tempat untuk hangout, berinteraksi, dan mendapatkan pengalaman," kata Syarifah.

Menurut dia, kondisi ini mendorong munculnya konsep lifestyle retail, di mana pusat komersial diposisikan sebagai ruang interaksi sosial. Konsep alfresco dining yang dulu hadir terbatas kini berkembang menjadi area yang lebih luas dan terintegrasi dengan fungsi lain.

Tren ini juga tak lepas dari ritme hidup masyarakat urban. Rutinitas kerja yang padat membuat kebutuhan akan ruang relaksasi dan pemulihan mental semakin besar. Salah satu pergeseran paling mencolok menuju 2026 adalah masuknya konsep wellness ke dalam ritel.

Mall kini mulai diisi fasilitas spa, studio yoga dan pilates, hingga olahraga seperti pickleball dan bowling. Selain wellness, ritel juga menyasar hobi dan leisure sebagai titik penetrasi baru, menjadikannya pusat aktivitas komunitas, bukan sekadar destinasi belanja.

Sejalan dengan itu, riset BCA Indonesia Economic Outlook 2026 mencatat konsumsi rumah tangga diproyeksikan tetap tangguh, meski tekanan struktural dan ketidakpastian global membuat konsumen lebih selektif. Strategi value-for-money dan pengalaman menjadi penentu daya tarik ritel ke depan.

Dalam konteks tersebut, Summarecon Mall Bekasi (SMB) Phase 2 dijadwalkan dibuka pada 4 Februari. Pengembangan ini terhubung dengan SMB Tahap 1 dan mengusung konsep one-stop solution yang menekankan gaya hidup aktif. Kehadiran tenant fashion, olahraga, serta F&B diproyeksikan memperkuat posisi mal sebagai ruang berkumpul masyarakat Bekasi.

Di sisi kinerja, PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mencatat recurring income sekitar Rp2,45 triliun sepanjang Januari-September 2025, naik dari Rp2,30 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan stabilitas pendapatan berulang perusahaan di luar penjualan properti, seiring perubahan arah bisnis ritel dan properti komersial. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya