Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Terus Bertumbuh, Literasi Investor Ritel Harus Dikuatkan

Rifaldi Putra Irianto
14/12/2025 15:48
Terus Bertumbuh, Literasi Investor Ritel Harus Dikuatkan
Forum edukasi 360° Market View: What to Watch & Where to Play in 2026.(Dok. CLC)

EDUKATOR pasar modal sekaligus pendiri komunitas saham ritel Cuan Lovers Community (CLC) Rita Efendy, mengatakan, edukasi berbasis riset merupakan fondasi untuk membangun keputusan investasi yang bertanggung jawab. Rita mengatakan, pertumbuhan investor ritel tentu hal yang positif, tetapi kualitas pemahaman tetap menjadi faktor yang paling menentukan.

‎Hal itu diungkapkan Rita dalam forum edukasi 360° Market View: What to Watch & Where to Play in 2026. Kegiatan itu berlangsung di Hotel Gran Melia Jakarta dan dihadiri lebih dari 100 investor ritel dari berbagai daerah di Indonesia.

‎“CLC memandang bahwa edukasi berbasis riset merupakan fondasi untuk membangun keputusan investasi yang bertanggung jawab,” kata Rita, dalam keterangannya, Minggu, (14/12).

‎Ia mengatakan, literasi pasar modal harus terus diperkuat untuk mencegah investor ritel terjebak euforia pasar atau sekadar ikut-ikutan (FOMO). Mereka harus didorong untuk mengedepankan riset, pemahaman kondisi ekonomi, serta disiplin dalam manajemen risiko.

‎Literasi melalui forum tersebut dikatakannya digagas oleh CLC sebagai bagian dari misinya membentuk investor ritel yang lebih terinformasi, kritis, dan mampu mengambil keputusan secara mandiri. Dengan menghadirkan sudut pandang riset yang komprehensif, forum ini diharapkan dapat membantu investor memahami dinamika pasar dan peluang investasi yang relevan memasuki tahun 2026.

‎Pertumbuhan investor ritel yang pesat semakin menegaskan urgensi edukasi yang kredibel dan berkelanjutan. Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), per November 2025 jumlah Single Investor Identification (SID) di Indonesia telah mencapai 19,32 juta tumbuh sekitar 30 persen year-to-date dibanding akhir 2024. Lonjakan jumlah investor ini dinilai perlu diimbangi pemahaman fundamental yang kuat agar partisipasi pasar tidak sekadar bersifat spekulatif, melainkan berorientasi jangka panjang.

‎“Kami turut mendukung upaya menghadirkan edukasi berbasis riset dan relevan bagi investor ritel. Investasi yang sehat dimulai dari pemahaman yang tepat, dan kolaborasi seperti ini memperkuat ekosistem pasar modal secara keseluruhan,” ujar Chief Executive Officer Syailendra Capital, Fajar. R. Hidayat.

‎Sementara itu, Founder Syailendra Capital Jos Parengkuan, menjelaskan bahwa fase pasar yang penuh optimisme, seperti saat IHSG mencetak all-time high, justru membutuhkan kewaspadaan dan disiplin lebih tinggi. “Keberhasilan investasi tidak hanya ditentukan oleh kondisi pasar, tetapi oleh bagaimana investor mematuhi prinsip-prinsip dasar yang kuat. Konsistensi strategi dan manajemen risiko adalah kunci untuk bertahan di pasar yang terus berubah,” ujar Jos.

‎Selain didukung oleh Syailendra Capital, acara itu juga mendapat dukungan dari PT Menetas Indonesia, PT Multi Medika International Tbk (MMIX), PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR), dan PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO).
(H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik