Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Alkes Berbasis AI Lokal Didorong Masuk Pasar

M Ilham Ramadhan Avisena
02/4/2026 10:47
Alkes Berbasis AI Lokal Didorong Masuk Pasar
Peluncuran produk alkes berbasis AI dihadiri Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.(ASKI)

Upaya mendorong kemandirian alat kesehatan dalam negeri mulai mengarah pada integrasi teknologi digital. Kolaborasi antara PT Darya-Varia Laboratoria Tbk dan PT Astra Komponen Indonesia (Aski) melahirkan perangkat kesehatan berbasis kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT) yang diklaim mampu menjawab kebutuhan pemantauan kesehatan mandiri.

Peluncuran produk dilakukan di fasilitas manufaktur Aski dan dihadiri Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Dalam kunjungan tersebut, pemerintah juga meninjau langsung lini produksi hingga fasilitas riset dan pengembangan untuk memastikan kesiapan industri lokal dalam memproduksi alat kesehatan berbasis teknologi.

Dari enam perangkat yang diperkenalkan, dua di antaranya merupakan hasil kolaborasi langsung kedua perusahaan, yakni DiViLab Optima (4 in 1) dan DiViLab Core (3 in 1).

Kedua alat tersebut dirancang untuk mengintegrasikan berbagai fungsi pemeriksaan kesehatan dalam satu perangkat, mulai dari tekanan darah hingga parameter metabolik seperti gula darah, kolesterol, dan asam urat.

DiViLab Optima disebut sebagai perangkat multifungsi yang menggabungkan empat pengukuran sekaligus dalam satu sistem terhubung. Sementara DiViLab Core menawarkan versi yang lebih ringkas dengan tiga parameter utama.

Keduanya dilengkapi fitur pemantauan tren kesehatan, analitik prediktif berbasis AI, serta dukungan pemantauan jarak jauh oleh keluarga atau tenaga medis.

Presiden Direktur Darya-Varia Ian Kloer menilai, pengembangan tersebut sebagai langkah strategis untuk memperluas akses masyarakat terhadap pemantauan kesehatan berbasis teknologi.

"Kolaborasi dengan ASKI mencerminkan komitmen kami dalam menghadirkan inovasi alat kesehatan dalam negeri yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia," tuturnya dikutip pada Kamis (2/4). 

"Pengembangan DiViLab Optima dan DiViLab Core merupakan langkah strategis dalam menghadirkan solusi monitoring kesehatan berbasis teknologi yang mendukung program kesehatan nasional, khususnya dalam meningkatkan kesadaran dan akses terhadap screening mandiri," lanjutnya. 

Di sisi lain, pengembangan alat kesehatan lokal juga didorong oleh meningkatnya kapasitas industri dalam negeri. ASKI tercatat telah mengembangkan lebih dari 30 jenis produk dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) mencapai 40%-59%. 

Tren penggunaan produk lokal pun terus meningkat, seiring klaim peningkatan kualitas dan keandalan yang dinilai mampu bersaing dengan produk impor.

Kolaborasi tersebut dinilai mencerminkan arah baru industri kesehatan nasional yang tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga integrasi data dan teknologi. 

Dengan pendekatan tersebut, pelaku industri berharap dapat mempercepat adopsi solusi kesehatan digital sekaligus memperkuat posisi produk dalam negeri di pasar yang selama ini didominasi produk global. (Mir) 
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya