Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN antariksa Amerika Serikat, NASA, memberikan izin bagi astronaut untuk membawa perangkat komersial seperti iPhone dalam misi ke Bulan, termasuk pada rangkaian program Artemis program. Kebijakan ini menjadi bagian dari pendekatan baru NASA yang lebih fleksibel terhadap penggunaan teknologi komersial, selama memenuhi standar keselamatan dan kompatibilitas teknis yang ketat.
Dalam dokumen Personal Preference Kit (PPK) NASA, setiap astronaut diperbolehkan membawa barang pribadi dengan batas massa tertentu, umumnya sekitar 0,68 kilogram per awak. Barang tersebut dapat berupa foto keluarga, benda simbolis, hingga perangkat elektronik kecil, selama tidak mengganggu sistem pesawat dan telah melalui evaluasi keselamatan. Pada misi Apollo sebelumnya, astronaut juga membawa kamera pribadi dan barang kenangan dalam jumlah terbatas.
Namun, penggunaan iPhone di Bulan tidak berarti perangkat tersebut dapat berfungsi normal seperti di Bumi. Lingkungan lunar memiliki suhu ekstrem yang dapat berkisar dari sekitar minus 173 derajat Celsius pada malam hari hingga lebih dari 127 derajat Celsius saat siang hari. Selain itu, tidak adanya atmosfer membuat paparan radiasi kosmik dan partikel bermuatan jauh lebih tinggi dibandingkan di permukaan Bumi. Perangkat elektronik konsumen umumnya tidak dirancang untuk kondisi tersebut tanpa perlindungan tambahan.
NASA sendiri memiliki standar radiasi ketat untuk perangkat yang digunakan dalam wahana antariksa, termasuk pengujian terhadap total ionizing dose dan single event effects. Karena itu, jika iPhone dibawa, perangkat kemungkinan besar akan tetap berada di dalam modul bertekanan dengan suhu terkontrol, bukan digunakan langsung di permukaan Bulan tanpa pelindung.
Langkah ini mencerminkan tren integrasi teknologi komersial dalam eksplorasi luar angkasa modern. Dalam beberapa tahun terakhir, NASA semakin menggandeng perusahaan swasta untuk pengembangan perangkat keras, sistem komunikasi, hingga layanan peluncuran. Pendekatan ini dinilai dapat menekan biaya sekaligus mempercepat inovasi.
Program Artemis menargetkan pendaratan kembali manusia di Bulan pada dekade ini, dengan fokus pada pembangunan keberlanjutan jangka panjang, termasuk potensi pangkalan lunar. Kehadiran perangkat pribadi seperti iPhone mungkin terlihat simbolis, tetapi mencerminkan perubahan paradigma eksplorasi: dari misi eksperimental menuju operasi yang lebih “manusiawi” dan berkelanjutan.
Meski demikian, NASA tetap menegaskan bahwa keselamatan misi dan integritas sistem penerbangan menjadi prioritas utama. Setiap perangkat yang dibawa harus melalui proses persetujuan teknis dan keamanan sebelum diizinkan ikut terbang ke orbit atau permukaan Bulan. (NASA/P-3)
Sebuah penelitian terbaru yang dimuat dalam jurnal ilmiah dan dilansir oleh laman PsyPost mengungkap bahwa misi luar angkasa tidak hanya berdampak pada otot dan tulang manusia
Masalah kesehatan itu terungkap ketika NASA menunda rencana spacewalk yang tadinya akan dilakukan oleh Cardman dan Fincke karena adanya kekhawatiran medis.
Astronaut Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) mengabadikan fenomena langka lunar halo di atas Samudra Hindia. Cincin cahaya di sekitar Bulan ini terlihat lebih jelas dari orbit Bumi.
Melalui proyek baru yang diberi nama HOBI-WAN, ESA tengah menguji kemungkinan memanfaatkan senyawa yang terdapat dalam urine sebagai bahan dasar pembuatan protein untuk pangan antariksa.
Peneliti NASA dan ESA memetakan bagaimana ruang angkasa memengaruhi sistem imun manusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved