Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
ASTRONAUT di Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS) berhasil mengabadikan fenomena langka berupa lunar halo saat stasiun tersebut melintas di atas Samudra Hindia. Foto yang kemudian dibagikan kepada publik itu menarik perhatian para pengamat langit dari berbagai belahan dunia karena menampilkan sudut pandang yang jarang terlihat dari Bumi.
Lunar halo merupakan fenomena optik berupa cincin bercahaya yang tampak mengelilingi Bulan. Peristiwa ini terjadi ketika cahaya bulan dibiaskan oleh kristal es yang berada di atmosfer Bumi, khususnya pada awan cirrus tipis di lapisan atmosfer atas. Pembiasan cahaya tersebut membentuk lingkaran cahaya yang terlihat lembut namun jelas.
Dari orbit Bumi, fenomena lunar halo tampak jauh lebih kontras dibandingkan pengamatan dari permukaan. Ketiadaan polusi cahaya serta minimnya gangguan cuaca membuat cincin cahaya tersebut terlihat lebih tegas, dengan latar belakang gelap luar angkasa yang memperkuat kesan dramatis.
Foto yang diambil dari ISS memperlihatkan Bulan yang dikelilingi lingkaran cahaya halus, sementara hamparan gelap Samudra Hindia terlihat di bawahnya. Lengkungan Bumi yang samar turut melengkapi komposisi visual, menciptakan pemandangan yang dinilai langka sekaligus memukau.
Fenomena lunar halo sejatinya dapat diamati dari Bumi apabila kondisi atmosfer mendukung. Namun, keberadaannya sering kali terhalang awan tebal atau cahaya buatan dari kawasan perkotaan. Pengamatan dari luar angkasa memberikan perspektif baru yang hampir mustahil dinikmati oleh pengamat biasa.
Selain memiliki nilai estetika, dokumentasi lunar halo dari ISS juga bermanfaat secara ilmiah. Data visual tersebut dapat membantu para peneliti mempelajari interaksi cahaya bulan dengan kristal es di lapisan atmosfer atas, sekaligus memahami dinamika dan struktur atmosfer Bumi pada ketinggian tertentu.
Foto-foto semacam ini menegaskan peran unik ISS, tidak hanya sebagai laboratorium penelitian ilmiah, tetapi juga sebagai observatorium alami yang memungkinkan manusia menyaksikan fenomena Bumi dan langit dari sudut pandang yang luar biasa.
Fenomena lunar halo di atas Samudra Hindia menjadi pengingat bahwa keindahan alam semesta kerap tersembunyi dalam peristiwa yang tampak sederhana, dan terkadang baru sepenuhnya terasa ketika dilihat dari luar angkasa.
(Earth/Knewz/P-4)
Sebuah penelitian terbaru yang dimuat dalam jurnal ilmiah dan dilansir oleh laman PsyPost mengungkap bahwa misi luar angkasa tidak hanya berdampak pada otot dan tulang manusia
Masalah kesehatan itu terungkap ketika NASA menunda rencana spacewalk yang tadinya akan dilakukan oleh Cardman dan Fincke karena adanya kekhawatiran medis.
Melalui proyek baru yang diberi nama HOBI-WAN, ESA tengah menguji kemungkinan memanfaatkan senyawa yang terdapat dalam urine sebagai bahan dasar pembuatan protein untuk pangan antariksa.
Peneliti NASA dan ESA memetakan bagaimana ruang angkasa memengaruhi sistem imun manusia.
Astronaut NASA Suni Williams dan Nick Hague berhasil menyelesaikan misi luar angkasa yang kompleks dan bersejarah pada 16 Januari 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved