Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
UPAYA umat manusia untuk membangun koloni di luar Bumi bukan lagi sekadar fiksi ilmiah. Salah satu tantangan terbesar dalam misi jangka panjang ke Bulan maupun Mars adalah kedaulatan pangan. Penelitian terbaru di tahun 2026 mengungkapkan bahwa kacang arab (Cicer arietinum) menunjukkan potensi luar biasa untuk tumbuh di lingkungan ekstrem Bulan dan menjadi pangan masa depan di luar angkasa.
Temuan ini menjadi tonggak penting bagi NASA dan badan antariksa dunia dalam merancang sistem pendukung kehidupan yang berkelanjutan bagi para astronot masa depan.
Menanam di Bulan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tanah Bulan, atau yang disebut sebagai lunar regolith, memiliki karakteristik yang sangat berbeda dengan tanah di Bumi. Berdasarkan data dari NJP Microgravity Journal, tanah ini bersifat abrasif, tajam, minim bahan organik, dan mengandung logam berat yang tinggi.
Dalam simulasi laboratorium menggunakan lunar regolith simulant, para ilmuwan menguji berbagai jenis tanaman. Hasilnya, kacang arab mampu berkecambah dan bertahan hidup dengan intervensi nutrisi yang minimal dibandingkan tanaman pangan lainnya.
Ada beberapa alasan teknis mengapa para ahli botani ruang angkasa menjagokan kacang arab sebagai "pionir" pertanian luar angkasa:
| Jenis Tanaman | Keunggulan | Tantangan Utama |
|---|---|---|
| Selada | Cepat panen, kaya vitamin | Rendah kalori & protein |
| Gandum | Sumber karbohidrat utama | Butuh ruang tanam luas |
| Kacang Arab | Protein tinggi, perbaiki tanah | Butuh kontrol mikrobioma |
Meskipun hasil di laboratorium menjanjikan, budidaya langsung di permukaan Bulan masih menghadapi kendala besar yang harus dipecahkan sebelum misi Artemis berikutnya:
Bulan tidak memiliki atmosfer pelindung seperti Bumi. Radiasi tinggi dapat merusak struktur DNA tanaman dan menghambat pertumbuhan sel.
Gravitasi rendah memengaruhi cara air dan nutrisi bergerak di dalam jaringan tanaman. Hal ini memerlukan sistem irigasi khusus yang tidak mengandalkan gravitasi Bumi.
Suhu di Bulan bisa berubah drastis dari panas menyengat menjadi dingin membeku dalam waktu singkat, sehingga diperlukan habitat dengan kontrol suhu yang sangat presisi.
Keberhasilan riset kacang arab ini membuka jalan bagi konsep "Bio-regenerative Life Support Systems". Jika manusia mampu memproduksi pangan secara mandiri di Bulan, biaya misi luar angkasa akan berkurang drastis karena tidak perlu lagi mengirimkan seluruh pasokan logistik dari Bumi.
Kacang arab bukan sekadar komoditas pangan, melainkan simbol adaptasi manusia. Dari ladang di Timur Tengah hingga ke kawah Bulan, tanaman ini siap menjadi penyambung nyawa bagi peradaban manusia di masa depan.
(NASA Space Biology Program, NJP Microgravity, International Journal of Astrobiology (2026)/H-3)
Astronom lewat teleskop James Webb temukan planet baru L 98-59 d. Planet lava ini berbau telur busuk dan membuka kategori baru dalam ilmu astronomi.
Melalui tema bertajuk Evolving Universe, pemain PUBG Mobile akan diajak merasakan sensasi bertarung dengan nuansa kedalaman luar angkasa yang tersedia hingga 10 Mei 2026.
Penelitian terbaru mengungkap fenomena mengejutkan di bulan-bulan es seperti Enceladus dan Miranda. Penurunan tekanan akibat lelehan es bisa memicu samudra bawah tanah mendidih.
NASA izinkan astronaut bawa iPhone ke Bulan dalam misi Artemis 2026. Simak aturan berat, tantangan radiasi, dan suhu ekstrem di permukaan lunar.
Komet bernama 41P/Tuttle-Giacobini-Kresak dilaporkan mengalami perlambatan rotasi ekstrem hingga diduga berhenti total, sebelum akhirnya berbalik arah setelah mendekati Matahari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved