Headline

Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.

Ilmuwan Temukan Planet "Bau Telur Busuk"

Thalatie K Yani
17/3/2026 12:05
Ilmuwan Temukan Planet
Astronom lewat teleskop James Webb temukan planet baru L 98-59 d. Planet lava ini berbau telur busuk dan membuka kategori baru dalam ilmu astronomi.(Mark A. Garlick / markgarlick.com)

ALAM semesta kembali menunjukkan keberagamannya yang luar biasa. Menggunakan Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST), para astronom baru saja menemukan jenis planet baru yang sangat unik, sebuah dunia lava cair yang kemungkinan besar beraroma seperti telur busuk.

Planet luar surya (eksoplanet) ini diberi kode L 98-59 d. Terletak sekitar 35 tahun cahaya dari Bumi, planet ini mengorbit sebuah bintang merah kecil. Meskipun ukurannya sekitar 1,6 kali lebih besar dari Bumi, data menunjukkan bahwa planet ini memiliki kepadatan yang sangat rendah. Atmosfernya dipenuhi oleh hidrogen sulfida, senyawa yang dikenal luas karena aroma busuknya yang khas.

Kategori Baru dalam Astronomi

Penemuan ini memaksa para ilmuwan untuk memikirkan kembali cara mereka mengklasifikasikan planet di luar tata surya kita. L 98-59 d tidak cocok dimasukkan ke dalam kategori planet berbatu maupun dunia samudra. Ia justru menciptakan kategori baru: planet yang kaya akan molekul sulfur berat.

"Penemuan ini menunjukkan kategori yang saat ini digunakan astronom untuk mendeskripsikan planet kecil mungkin terlalu sederhana. Meskipun planet cair ini tidak mungkin mendukung kehidupan, ia mencerminkan keragaman luas dari dunia yang ada di luar tata surya," ujar pemimpin tim, Harrison Nicholls dari University of Oxford, dalam sebuah pernyataan resmi. 

"Kita kemudian bertanya: jenis planet apa lagi yang sedang menunggu untuk ditemukan?"

Samudra Magma Global

Melalui simulasi komputer canggih, para peneliti merekonstruksi sejarah 5 miliar tahun planet ini. Mereka menemukan L 98-59 d memiliki mantel silikat cair, serupa dengan lava di Bumi, dan samudra magma yang menutupi seluruh permukaannya.

Samudra magma global ini berfungsi sebagai "gudang" yang menyimpan sulfur dalam jumlah besar selama miliaran tahun. Gas-gas kaya belerang ini kemudian dilepaskan ke atmosfer, termasuk sulfur dioksida yang berhasil dideteksi oleh JWST di lapisan atmosfer atas planet tersebut.

Keberadaan reservoir magma ini juga membantu L 98-59 d mempertahankan atmosfernya dari gempuran sinar-X bintang induknya. Tanpa perlindungan internal ini, atmosfer tersebut mungkin sudah lama hilang ke luar angkasa.

Mengintip Masa Lalu Dunia Asing

Ilmuwan menduga L 98-59 d terlahir dengan material yang sangat mudah menguap dan dulunya mungkin merupakan planet "sub-Neptunus" yang jauh lebih besar. Seiring berjalannya waktu, dunia ini menyusut dan mendingin, kehilangan sebagian atmosfernya namun tetap menyisakan komposisi unik yang kita lihat sekarang.

"Yang menarik adalah kita dapat menggunakan model komputer untuk mengungkap bagian dalam planet yang tersembunyi, yang tidak akan pernah kita kunjungi," kata anggota tim, Raymond Pierrehumbert. "Meskipun astronom hanya dapat mengukur ukuran, massa, dan komposisi atmosfer planet dari jauh, penelitian ini menunjukkan bahwa sangat mungkin untuk merekonstruksi masa lalu yang dalam dari dunia asing ini, dan menemukan jenis planet yang tidak memiliki padanan di tata surya kita sendiri."

Hasil penelitian yang mendobrak ini telah diterbitkan pada hari Senin (16/3) dalam jurnal ilmiah bergengsi, Nature Astronomy.(space/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya