Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
TELESKOP Luar Angkasa James Webb (JWST) telah menangkap detail luar biasa dari Nebula PMR 1. Objek angkasa yang terletak sekitar 5.000 tahun cahaya di rasi bintang Vela ini memiliki penampakan yang sangat unik, yakni menyerupai otak manusia raksasa yang tersimpan di dalam toples kaca atau tengkorak transparan.
Karena bentuknya yang menyerupai anatomi manusia, objek ini mendapatkan julukan yang cukup mengerikan, yaitu Exposed Cranium Nebula atau Nebula Tengkorak Terbuka.
Fenomena yang menakjubkan ini sebenarnya merupakan awan gas dan debu masif yang tercipta dari proses kematian sebuah bintang. Menggunakan instrumen inframerah canggih NIRCam dan MIRI, James Webb berhasil menembus tabir debu dan memperlihatkan struktur internal nebula secara mendalam.
Salah satu fitur yang paling mencolok adalah keberadaan jalur gelap yang membelah bagian tengah nebula secara vertikal. Jalur ini menciptakan ilusi visual seolah-olah terdapat belahan otak kiri dan kanan, yang menurut para astronom kemungkinan disebabkan oleh aliran jet kembar yang menyembur keluar dari bintang pusat ke arah berlawanan.
Struktur Nebula PMR 1 terdiri dari beberapa lapisan yang mencerminkan fase evolusi bintang tersebut. Bagian cangkang luar nebula didominasi oleh gas hidrogen yang telah terlempar lebih dulu ke luar angkasa, sementara bagian dalamnya memiliki struktur yang lebih rumit dengan campuran berbagai jenis gas.
Meskipun para ilmuwan telah mengetahui keberadaan nebula seluas 3,2 tahun cahaya ini selama hampir tiga dekade, identitas asli bintang di pusatnya masih menjadi misteri yang diperdebatkan.
Beberapa penelitian terdahulu menunjukkan bahwa spektrum bintang tersebut menyerupai bintang Wolf-Rayet yang sangat masif, panas, dan bercahaya. Namun, bukti lain justru mengindikasikan bahwa bintang ini lebih mirip dengan Matahari kita yang berukuran kecil.
Jika spektrumnya memang benar menyerupai Wolf-Rayet, kemungkinan besar bintang tersebut termasuk dalam kelas langka, yakni inti bintang serupa Matahari yang telah kehilangan lapisan luarnya dan sedang bertransformasi menjadi katai putih.
Proses pelepasan lapisan luar ini juga bagian dari siklus kehidupan di alam semesta. Material yang dimuntahkan oleh bintang yang sekarat ini nantinya akan menjadi bahan baku bagi kelahiran bintang-bintang baru di masa depan.
Hingga saat ini, para astronom terus mempelajari data dari James Webb untuk memahami lebih jauh apakah bintang di pusat "otak kosmik" ini akan berakhir dalam ledakan supernova yang dahsyat atau perlahan meredup menjadi sisa bintang yang padat. (ScienceAlert, Sky at Night Magazine/P-3)
NASA memastikan asteroid 2024 YR4 tidak akan menghantam Bulan pada 2032 setelah pengamatan terbaru Teleskop James Webb. Simak detail lintasan amannya di sini.
TELESKOP Luar Angkasa James Webb (JWST) milik NASA.
Teleskop James Webb temukan jejak lubang hitam pelarian yang melesat 3.000 km/detik. Simak bagaimana fenomena kosmos ini mengubah pemahaman kita tentang galaksi.
Melalui Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST), para ilmuwan menemukan bahwa planet raksasa gas ternyata memiliki kapasitas pertumbuhan yang jauh melampaui teori-teori sebelumnya.
Astronom menggunakan teleskop James Webb untuk mengungkap misteri pembentukan planet raksasa di sistem HR 8799. Temuan ini mengubah cara ilmuwan membedakan planet dan bintang gagal.
Peneliti berhasil merekam aktivitas otak kelelawar buah di alam bebas dan menemukan kompas internal yang selalu menunjuk arah sama.
Studi lintas spesies dari Universitas Eötvös Loránd mengungkap bagaimana otak manusia, anjing, dan babi memproses suara.
Model AI baru bernama HRM meniru cara kerja otak manusia dan berhasil mengalahkan ChatGPT, Claude, hingga Deepseek dalam tes penalaran ARC-AGI.
Penelitian terbaru menggunakan organoid otak manusia mengungkap peran baru mikroglia, sel imun otak, dalam meningkatkan jumlah interneuron.
Kemajuan teknologi dan hasil riset yang menjanjikan pada tikus telah membuka jalan bagi pengobatan untuk gangguan otak yang mematikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved