Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Teleskop James Webb Ungkap Detail Nebula yang Menyerupai Belahan Otak Manusia

Nadhira Izzati A
14/3/2026 22:15
Teleskop James Webb Ungkap Detail Nebula yang Menyerupai Belahan Otak Manusia
Perbandingan detail Nebula PMR 1 antara instrumen NIRCam dan MIRI. Kamera NIRCam menembus debu untuk memperlihatkan ribuan bintang latar belakang, sementara instrumen MIRI menonjolkan pancaran debu kosmik yang membentuk struktur nebula.(NASA)

TELESKOP Luar Angkasa James Webb (JWST) telah menangkap detail luar biasa dari Nebula PMR 1. Objek angkasa yang terletak sekitar 5.000 tahun cahaya di rasi bintang Vela ini memiliki penampakan yang sangat unik, yakni menyerupai otak manusia raksasa yang tersimpan di dalam toples kaca atau tengkorak transparan.

Karena bentuknya yang menyerupai anatomi manusia, objek ini mendapatkan julukan yang cukup mengerikan, yaitu Exposed Cranium Nebula atau Nebula Tengkorak Terbuka.

Fenomena yang menakjubkan ini sebenarnya merupakan awan gas dan debu masif yang tercipta dari proses kematian sebuah bintang. Menggunakan instrumen inframerah canggih NIRCam dan MIRI, James Webb berhasil menembus tabir debu dan memperlihatkan struktur internal nebula secara mendalam.

Salah satu fitur yang paling mencolok adalah keberadaan jalur gelap yang membelah bagian tengah nebula secara vertikal. Jalur ini menciptakan ilusi visual seolah-olah terdapat belahan otak kiri dan kanan, yang menurut para astronom kemungkinan disebabkan oleh aliran jet kembar yang menyembur keluar dari bintang pusat ke arah berlawanan.

Struktur Nebula PMR 1 terdiri dari beberapa lapisan yang mencerminkan fase evolusi bintang tersebut. Bagian cangkang luar nebula didominasi oleh gas hidrogen yang telah terlempar lebih dulu ke luar angkasa, sementara bagian dalamnya memiliki struktur yang lebih rumit dengan campuran berbagai jenis gas.

Meskipun para ilmuwan telah mengetahui keberadaan nebula seluas 3,2 tahun cahaya ini selama hampir tiga dekade, identitas asli bintang di pusatnya masih menjadi misteri yang diperdebatkan.

Beberapa penelitian terdahulu menunjukkan bahwa spektrum bintang tersebut menyerupai bintang Wolf-Rayet yang sangat masif, panas, dan bercahaya. Namun, bukti lain justru mengindikasikan bahwa bintang ini lebih mirip dengan Matahari kita yang berukuran kecil.

Jika spektrumnya memang benar menyerupai Wolf-Rayet, kemungkinan besar bintang tersebut termasuk dalam kelas langka, yakni inti bintang serupa Matahari yang telah kehilangan lapisan luarnya dan sedang bertransformasi menjadi katai putih.

Proses pelepasan lapisan luar ini juga bagian dari siklus kehidupan di alam semesta. Material yang dimuntahkan oleh bintang yang sekarat ini nantinya akan menjadi bahan baku bagi kelahiran bintang-bintang baru di masa depan.

Hingga saat ini, para astronom terus mempelajari data dari James Webb untuk memahami lebih jauh apakah bintang di pusat "otak kosmik" ini akan berakhir dalam ledakan supernova yang dahsyat atau perlahan meredup menjadi sisa bintang yang padat. (ScienceAlert, Sky at Night Magazine/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya