Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
BULAN dipastikan akan terhindar dari tabrakan dahsyat dengan asteroid "City-Killer" (pembunuh kota) tahun 2032. Kepastian ini didapat setelah Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) melakukan pengamatan terbaru yang sangat mendetail terhadap objek luar angkasa tersebut.
Melalui instrumen inframerah sensitif miliknya pada 18 dan 26 Februari lalu, JWST berhasil memetakan lintasan asteroid bernama 2024 YR4 tersebut. Berdasarkan data ini, astronom NASA merevisi estimasi sebelumnya dan menurunkan peluang dampak tabrakan di Bulan dari 4,3% menjadi 0%.
Meski dinyatakan aman, asteroid ini tetap akan melintas sangat dekat, yakni hanya berjarak 21.200 kilometer dari permukaan Bulan. Jarak ini bahkan lebih dekat dibandingkan posisi orbit beberapa satelit buatan yang mengelilingi Bumi. Sementara itu, 2024 YR4 diprediksi akan melewati Bumi pada jarak ratusan ribu kilometer enam tahun dari sekarang.
Keberhasilan ini tidak lepas dari sensitivitas ekstrim JWST. Sejak musim semi 2025, asteroid ini sebenarnya tidak dapat diamati dari Bumi maupun observatorium luar angkasa lainnya, kecuali melalui lensa Webb.
"Tantangannya sangat besar," ungkap perwakilan dari Badan Antariksa Eropa (ESA). "Menggunakan salah satu mesin paling kompleks yang pernah dibuat manusia untuk melacak objek yang hampir tidak terlihat di jarak jutaan kilometer dan kemudian memprediksi posisinya secara akurat hampir tujuh tahun ke depan."
Pihak NASA menambahkan jepretan JWST terhadap 2024 YR4 adalah salah satu pengamatan asteroid paling redup yang pernah tercatat dalam sejarah astronomi.
Ditemukan pada akhir 2024 melalui jaringan ATLAS, asteroid ini memiliki diameter antara 53 hingga 67 meter, setara dengan ketinggian Menara Pisa. Julukan "City-Killer" disematkan karena ukurannya yang mampu menyapu bersih sebuah kota dengan kekuatan setara 500 bom Hiroshima jika menghantam Bumi.
Awalnya, objek ini dianggap sebagai asteroid paling berisiko yang pernah ditemukan dengan peluang tabrakan ke Bumi mencapai 3,1%. Namun, seiring bertambahnya data dari JWST, risiko terhadap Bumi langsung turun menjadi nol, meskipun peluang tabrakan dengan Bulan sempat bertahan di angka 4,3%.
Sebelum risiko ini dinyatakan nol, para astronom sempat berteori tentang dampak tabrakan besar di Bulan. Sebagian berpendapat ledakannya mungkin bisa dilihat dari Bumi dengan mata telanjang, sementara yang lain memperingatkan potensi hujan puing yang dapat memicu hujan meteor baru di planet kita.
Kini, dengan Bumi dan Bulan yang dinyatakan aman, 2024 YR4 tetap menjadi target menarik bagi para ilmuwan untuk menguji model pertahanan planet. NASA berencana kembali memantau asteroid ini menggunakan JWST pada tahun 2028 saat ia kembali mendekat dalam lintasan yang aman. (Live Science/Z-2)
Teleskop James Webb (JWST) menangkap detail menakjubkan galaksi spiral NGC 5134. Lihat bagaimana debu kosmik dan bintang muda membentuk siklus kehidupan di luar angkasa.
Terobosan baru NASA Artemis! Peneliti gunakan laser 3D printing untuk menyulap debu regolith menjadi bangunan kokoh di Bulan.
Penelitian terbaru mengungkap fenomena mengejutkan di bulan-bulan es seperti Enceladus dan Miranda. Penurunan tekanan akibat lelehan es bisa memicu samudra bawah tanah mendidih.
Astronom berhasil menangkap citra "astrosfer" pertama di bintang HD 61005. Penemuan ini mengungkap rahasia masa lalu Tata Surya kita saat masih muda.
Update terbaru Jupiter Maret 2026: NASA ungkap Jupiter lebih kecil dan gepeng dari perkiraan. Cek juga jadwal parade planet dan pendekatan komet antarbintang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved