Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Penampakan Pertama "Moth Star", Astronom Temukan Perisai Pelindung Mirip Matahari pada Bintang Asing

Thalatie K Yani
02/3/2026 11:31
Penampakan Pertama
Astronom berhasil menangkap citra "astrosfer" pertama di bintang HD 61005. Penemuan ini mengungkap rahasia masa lalu Tata Surya kita saat masih muda.(NASA)

Selama ini, Matahari kita diketahui mengorbit pusat galaksi Bima Sakti di dalam sebuah gelembung pelindung raksasa yang disebut heliosfer. Kini, untuk pertama kalinya, para astronom berhasil mengonfirmasi keberadaan struktur serupa di sekitar bintang asing, sebuah pencapaian yang membuka tabir masa lalu Tata Surya kita.

Perisai Magnetik di Ruang Antarbintang

Heliosfer tercipta dari angin surya, aliran partikel bermuatan yang terus-menerus terpancar dari Matahari. Gelembung ini berfungsi sebagai perisai magnetik yang melindungi planet-planet dari radiasi kosmik antarbintang yang mematikan. Batas akhir heliosfer merupakan titik di mana ruang antarbintang dimulai.

Fenomena serupa kini ditemukan pada bintang bernama HD 61005. Karena strukturnya mengelilingi bintang lain, para ilmuwan menyebutnya sebagai "astrosfer". Penemuan ini menjadi sangat istimewa karena HD 61005 baru berusia sekitar 100 juta tahun, jauh lebih muda dibandingkan Matahari kita yang telah berumur 4,6 miliar tahun.

Dijuluki Sang "Ngengat" Kosmos

Melalui penggabungan data sinar-X dari Observatorium Chandra milik NASA dengan data inframerah dan optik dari teleskop Hubble, para ilmuwan berhasil menyusun potret luar biasa dari gelembung angin bintang ini.

Di pusat citra tersebut, tampak inti sinar-X berwarna putih cerah yang dikelilingi oleh cahaya ungu neon yang menandai keberadaan astrosfer. Namun, fitur yang paling mencolok dari HD 61005 adalah ekor debu berbentuk baji yang menyerupai sepasang sayap, sehingga bintang ini dijuluki "The Moth" atau Sang Ngengat. Sayap ini terbentuk dari sisa-sisa pembentukan bintang yang tersapu ke belakang saat bintang tersebut melesat cepat di luar angkasa.

"Ada pepatah tentang ngengat yang tertarik pada api," ujar Brad Snios, fisikawan yang sebelumnya bertugas di Harvard & Smithsonian Center for Astrophysics. "Dalam kasus HD 61005, sang 'Ngengat' tidak bisa dengan mudah melarikan diri dari api karena ia lahir di sekitarnya."

Mesin Waktu Menuju Masa Lalu Tata Surya

Meski memiliki massa dan suhu yang mirip dengan Matahari, HD 61005 jauh lebih aktif. Angin bintangnya diperkirakan tiga kali lebih cepat dan 25 kali lebih padat dibandingkan angin surya kita saat ini. Menurut simulasi NASA, jika bintang ini menggantikan posisi Matahari, maka lebar heliosfer kita akan membengkak hingga 10 kali lipat.

Upaya menangkap citra astrosfer asing ini telah menjadi misi panjang sejak tahun 1990-an. Terobosan ini akhirnya tercapai karena angin kuat dari HD 61005 bertabrakan dengan wilayah materi antarbintang yang sangat padat, sehingga menghasilkan sinar-X yang cukup kuat untuk dideteksi oleh teleskop Chandra.

Penemuan ini bukan sekadar foto cantik di angkasa. Ini adalah petunjuk pertama tentang apa yang mungkin menyelimuti Tata Surya miliaran tahun yang lalu, serta memberikan gambaran bagaimana sistem planet muda berevolusi di lingkungan kosmik mereka. (Live Science/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya