Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
FENOMENA langka berupa parade planet akan menghiasi langit malam pada akhir Februari, ketika enam planet di Tata Surya dapat terlihat dalam satu waktu. Meski menarik, fenomena ini tidak mudah diamati karena waktu kemunculannya singkat dan membutuhkan kondisi langit yang cerah.
Menurut NASA, pengamat langit yang memiliki pandangan bebas ke arah barat berpeluang melihat Venus dan Merkurius berdekatan dengan Saturnus sesaat setelah matahari terbenam. Selain itu, Neptunus, Uranus, dan Jupiter juga berada di langit malam pada waktu yang sama.
Jendela pengamatan cukup sempit. Venus, Merkurius, Saturnus, dan Neptunus hanya muncul sebentar setelah matahari terbenam. Venus, Merkurius, dan Saturnus masih dapat dilihat dengan mata telanjang, meski penggunaan teropong bintang dapat membantu memperjelas pengamatan. Dalam posisi ini, Venus dan Merkurius tampak paling dekat dengan cakrawala saat senja, sementara Saturnus berada sedikit lebih tinggi.
Neptunus berada sangat dekat dengan Saturnus, namun planet ini sulit diamati tanpa teleskop berdiameter sekitar 15 sentimeter. Keempat planet tersebut muncul sekitar 30 menit setelah matahari terbenam dan bertahan di langit selama kurang lebih 45 menit sebelum menghilang dari pandangan.
Setelah itu, pengamat dapat mengarahkan pandangan lebih tinggi ke arah selatan untuk menemukan Jupiter yang berada di rasi Gemini. Planet raksasa ini tampak sangat terang sehingga relatif mudah dikenali. Tiga bintang pada sabuk Orion menjadi penanda alami yang berada di antara Jupiter dan kelompok planet di dekat cakrawala barat. Jupiter sendiri terlihat sebagai cahaya putih stabil yang tidak berkelap-kelip seperti bintang.
Planet ketujuh, Uranus, juga berada di langit malam, tetapi pengamatannya lebih ideal menggunakan teropong atau teleskop kecil. Untuk menemukannya, pengamat dapat mengikuti tiga bintang di sabuk Orion, Alnitak, Alnilam, dan Mintaka, ke arah atas hingga mencapai gugus bintang Pleiades atau dikenal sebagai “Seven Sisters”. Uranus berada tepat di bawah gugus tersebut, di rasi Taurus.
Sebagai tambahan, bulan yang sedang memasuki fase cembung awal dengan pencahayaan sekitar 92% juga akan tampak di langit malam. Bulan terlihat dekat dengan gugus bintang Beehive Cluster (M44), gugus terang yang berisi sekitar 1.000 bintang dan berjarak sekitar 577 tahun cahaya dari Tata Surya.
Fenomena ini menjadi kesempatan menarik bagi pengamat langit untuk menyaksikan beberapa planet sekaligus dalam satu malam, meski keberhasilannya sangat bergantung pada cuaca dan lokasi pengamatan yang terbuka. (Live Science/Z-2)
Ilmuwan menemukan kandidat pulsar langka yang berputar 122 kali per detik di pusat galaksi. Temuan ini berpotensi membuktikan teori relativitas Einstein.
Astronom temukan bintang ASASSN-24fw meredup drastis hingga 97% akibat objek misterius bercincin raksasa. Simak fakta fenomena langka di rasi Monoceros ini.
Studi terbaru mengungkap Titan mungkin terbentuk dari tabrakan dua bulan kuno. Peristiwa ini memicu lahirnya cincin Saturnus yang ikonik dan bulan misterius lainnya.
Astronom temukan galaksi ESO 137-001 yang menyerupai ubur-ubur menggunakan teleskop James Webb. Temuan ini mengungkap rahasia evolusi galaksi 8,5 miliar tahun lalu.
Teleskop Hubble temukan WD 0525+526, katai putih ultramasif hasil penggabungan bintang. Studi di Nature Astronomy ungkap misteri karbon dan suhu ekstremnya.
Peneliti berhasil mengidentifikasi struktur mirip terowongan vulkanik di bawah permukaan Venus melalui data radar NASA. Apakah planet ini masih aktif secara geologi?
Para ilmuwan meyakini bahwa Venus akan segera melintasi aliran puing-puing kosmik yang sangat padat, menciptakan pertunjukan cahaya yang luar biasa di atmosfer tebal planet tersebut.
Selama puluhan tahun, buku pelajaran dan pengetahuan populer membuat kita yakin bahwa Venus adalah planet terdekat dengan Bumi.
Selama bertahun-tahun, Venus dikenal sebagai planet yang paling mirip dengan Bumi.
Dengan menggunakan metode yang lebih akurat untuk memperkirakan jarak rata-rata antara dua benda yang mengorbit, kami menemukan bahwa jarak ini sebanding dengan radius relatif
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved