Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
Selama bertahun-tahun, Venus dikenal sebagai planet yang paling mirip dengan Bumi. Anggapan ini muncul karena Venus memiliki ukuran, massa, dan komposisi yang mirip dengan Bumi. Selain itu, orbit Venus juga berada paling dekat dengan orbit Bumi dibandingkan planet lain. Karena itu, Venus kerap dijuluki sebagai planet saudara atau tetangga terdekat Bumi di Tata Surya.
Namun, anggapan tersebut kini mulai dipertanyakan. Mengutip dari laman Science Alert, perhitungan dari sejumlah peneliti justru menunjukkan bahwa planet Merkurius sebenarnya adalah yang paling dekat dengan Bumi, bahkan lebih dekat dibandingkan Venus.
Perlu dipahami, urutan planet di Tata Surya sama sekali tidak berubah. Merkurius tetap menjadi planet terdekat dari Matahari, disusul Venus, lalu Bumi. Perubahaannya ada pada cara ilmuan untuk menghitung jarak antarplanet. Selama ini, jarak tersebut sering disederhanakan dengan cara membandingkan jarak masing-masing planet dari Matahari.
Sebagai gambaran, jarak rata-rata Bumi ke Matahari adalah satu satuan astronomi (AU). Venus berada di jarak sekitar 0,72 AU, sedangkan Merkurius di sekitar 0,39 AU. Jika jarak Venus dikurangkan dari jarak Bumi, hasilnya sering dianggap sebagai jarak antara kedua planet. Padahal, perhitungan ini sebenarnya hanya menunjukkan jarak antarorbit, bukan jarak sebenarnya antara dua planet yang terus bergerak.
Faktanya, setiap planet mengelilingi Matahari dengan kecepatan yang berbeda. Dalam banyak kesempatan, Bumi dan Venus justru berada di sisi Matahari yang berlawanan. Kondisi ini membuat jarak di antara keduanya menjadi sangat jauh, meski orbitnya tampak berdekatan.
Sementara itu, Merkurius yang mengorbit sangat dekat dengan Matahari memiliki pola yang berbeda. Karena jarak orbitnya kecil, jarak terjauh antara Merkurius dan Bumi tetap lebih pendek dibandingkan jarak terjauh antara Bumi dan Venus. Inilah yang menyebabkan, jika dihitung secara rata-rata, Merkurius lebih sering berada lebih dekat ke Bumi.
Temuan ini tidak hanya berlaku untuk Bumi. Berdasarkan perhitungan yang sama, Merkurius ternyata juga menjadi planet yang rata-rata paling dekat dengan planet-planet lain di Tata Surya. Bahkan Neptunus yang berada jauh di tepi Tata Surya, serta Pluto yang kini berstatus planet katai, secara rata-rata lebih dekat ke Merkurius dibandingkan ke planet lain. Meski demikian, orbit Pluto yang sangat lonjong memang membuat perhitungannya menjadi lebih rumit.
Untuk memastikan hasil tersebut, para peneliti mengembangkan metode baru yang disebut point-circle method (PCM). Metode ini dirancang untuk menghitung jarak rata-rata antara dua benda langit yang memiliki orbit melingkar, sepusat, dan berada pada bidang orbit yang sama. Dari metode ini, lahirlah konsep yang mereka sebut _Whirly Dirly Corollary_.
Secara sederhana, konsep tersebut menyatakan bahwa semakin kecil radius orbit sebuah planet terhadap Matahari, maka semakin kecil pula jarak rata-ratanya dengan planet lain. Dengan kata lain, planet yang paling dekat dengan Matahari memiliki peluang lebih besar untuk lebih dekat planet-planet lain.
Untuk menguji keakuratan metode tersebut, tim peneliti menjalankan simulasi posisi seluruh planet di Tata Surya selama periode 10.000 tahun. Hasil simulasi kemudian dibandingkan dengan perhitungan jarak tradisional dan metode PCM. Hasilnya, metode PCM hanya berbeda sekitar 1 persen dari simulasi, sementara metode lama bisa meleset hingga 300 persen.
Para peneliti menilai metode PCM berpotensi memiliki manfaat praktis. Selain untuk memahami dinamika Tata Surya, metode ini juga dapat digunakan untuk memperkirakan jarak rata-rata antarobjek luar angkasa secara cepat, misalnya dalam perencanaan sistem komunikasi satelit. Hal ini penting karena kekuatan sinyal komunikasi akan semakin melemah seiring bertambahnya jarak.
Temuan ini sekaligus meluruskan pemahaman lama tentang planet terdekat Bumi. Venus tetap menjadi planet yang paling mirip dengan Bumi dari segi karakteristik fisik. Namun, jika berbicara soal jarak rata-rata, Merkurius justru yang menyandang predikat planet terdekat. Sumber: Science Alert.
Selain memengaruhi medan magnet, struktur panas bawah tanah ini mungkin berdampak pada tata letak benua-benua di planet in
Fenomena Bulan yang disebut perlahan menjauh dari Bumi kembali ramai dibahas. Di media sosial, narasinya cepat melebar,
Adanya gaya pasang surut tersebut menyebabkan lautan bergelombang dan membentuk dua tonjolan, mengarah dan menjauhi Bulan.
Salah satu aspek paling penting dari penelitian ini adalah memastikan bahwa hidrogen yang ditemukan bukan hasil kontaminasi dari lingkungan Bumi.
Wahana Luar Angkasa yang Mendarat ke Bumi Berpotensi Rusak Lapisan Atmosfer? Begini Penjelasannya
Dari analisis terbaru, para peneliti melaporkan penemuan sebuah kandidat planet berbatu yang ukurannya sedikit lebih besar dari Bumi dan mengorbit sebuah bintang mirip Matahari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved