Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Jam Antarplanet Menjaga Waktu di Seluruh Tata Surya

Muhammad Ghifari A
10/3/2026 12:00
Jam Antarplanet Menjaga Waktu di Seluruh Tata Surya
Chronova Engineering menciptakan jam antarplanet unik yang menampilkan waktu relatif di Bumi, Mars, Jupiter, dan Saturnus menggunakan piringan rotasi planet.(Hack A Day)

SEBUAH proyek unik dari Chronova Engineering membawa konsep tersebut jauh melampaui Bumi. Mereka menciptakan sebuah jam antarplanet yang menampilkan waktu di beberapa planet sekaligus.

Jam inovatif ini dirancang untuk menampilkan waktu relatif di empat planet dalam Solar System, yaitu Earth, Mars, Jupiter, dan Saturn. Alih-alih menggunakan jarum seperti jam konvensional, perangkat ini memanfaatkan piringan berputar yang menampilkan pandangan dari kutub utara masing-masing planet.

Setiap piringan memiliki tanda derajat yang menunjukkan posisi rotasi relatif terhadap meridian utama planet tersebut. Dengan cara ini, pengguna dapat melihat bagaimana waktu “bergerak” di masing-masing planet berdasarkan rotasi mereka. Untuk planet raksasa gas seperti Jupiter dan Saturnus, rotasi dihitung berdasarkan pergerakan inti planet, karena permukaan planet tersebut tidak padat seperti Bumi atau Mars.

Desain visual jam ini juga dibuat dengan pendekatan artistik yang mencerminkan karakteristik masing-masing planet. Bagian tengah setiap piringan menggunakan ubin batu bundar dengan pola yang menyerupai tampilan planet yang diwakilinya. 

Sebagai contoh, Bumi digambarkan menggunakan batu sodalit yang memiliki warna biru menyerupai lautan. Pendekatan ini tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika, tetapi juga memberikan representasi visual dari identitas setiap planet.

Di sekitar setiap piringan terdapat tiga penunjuk yang menunjukkan garis bujur yang sedang mengalami matahari terbit, tengah hari, dan matahari terbenam. Dengan sistem ini, pengguna dapat memahami siklus siang dan malam pada masing-masing planet secara relatif terhadap rotasi mereka.

Mekanisme jam ini dapat diputar secara manual menggunakan pegangan atau kenop. Selain itu, terdapat penghitung mekanis yang mencatat jumlah hari Bumi yang telah berlalu sejak mekanisme mulai dijalankan. Sistem ini membantu menjaga konsistensi representasi rotasi antarplanet dalam perangkat tersebut.

Sebagian besar komponen mekanik jam ini dibuat dari bahan kuningan, sementara beberapa bagian lainnya menggunakan baja untuk meningkatkan kekuatan dan ketahanan. Menariknya, mekanisme keseluruhan hanya membutuhkan sembilan roda gigi. 

Dua di antaranya berfungsi sebagai roda gigi perantara yang membantu mengatur jarak antar piringan sekaligus memastikan semuanya berputar pada arah yang tepat.

Proses pembuatannya juga cukup kompleks. Roda gigi diproduksi menggunakan mesin bubut perhiasan, sementara potongan pada roda gigi perantara dibuat dengan mesin penggilingan pantograf yang memanfaatkan pola dari cetakan 3D.

Secara teknis, perangkat ini sebenarnya bukanlah jam dalam arti tradisional karena tidak memiliki mekanisme penunjuk waktu seperti detik atau menit. Namun, alat ini mampu merepresentasikan gerakan relatif planet-planet secara akurat berdasarkan rotasi mereka.

Proyek ini juga mengingatkan pada konsep orrery, yaitu model mekanik yang digunakan untuk menggambarkan pergerakan planet dalam tata surya. Sebelumnya, Chronova Engineering juga pernah mengembangkan perangkat serupa yang menampilkan dinamika pergerakan benda langit.

Selain menjadi karya teknik yang menarik, jam antarplanet ini juga menunjukkan betapa kompleksnya konsep waktu ketika diterapkan di luar Bumi. Sinkronisasi waktu antara berbagai benda langit bukanlah hal sederhana, karena setiap planet memiliki periode rotasi dan orbit yang berbeda. 

Tantangan inilah yang juga menjadi bahan kajian dalam upaya penetapan standar waktu untuk eksplorasi luar angkasa di masa depan, termasuk rencana pengembangan sistem waktu di Bulan. (Hack s Day/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya