Headline
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kumpulan Berita DPR RI
WAHANA penjelajah milik NASA, Curiosity, kembali mengejutkan dunia ilmu pengetahuan dengan temuan objek geologi unik di permukaan Planet Merah. Dari pantauan kamera resolusi tinggi, ditemukan formasi batuan yang jika dilihat dari ketinggian menyerupai struktur jaring laba-laba raksasa yang membentang luas.
NASA mengonfirmasi bahwa objek tersebut merupakan fenomena yang dikenal sebagai boxwork. Struktur ini terdiri dari punggungan rendah dengan ketinggian antara satu hingga dua meter.
Meski terlihat seperti sarang laba-laba dalam jarak dekat, formasi berpola kotak-kotak yang saling bersilangan ini ternyata membentang hingga bermil-mil jauhnya di permukaan Mars.
Para ilmuwan menjelaskan bahwa struktur ini tidak terbentuk secara instan. Diperkirakan, pola jaring ini adalah hasil dari aktivitas air yang mengalir dalam jangka waktu yang sangat lama di wilayah tersebut miliaran tahun lalu.
Para ahli geologi planet menduga boxwork terbentuk melalui proses alami yang kompleks:
* Kristalisasi Mineral: Mineral mengendap dan mengeras di dalam retakan-retakan batuan dasar saat air tanah mengalir melewatinya.
* Erosi Alami: Seiring berjalannya waktu, angin Mars yang kencang mengikis bagian batuan dasar yang lebih lunak.
* Penyisahan Struktur: Proses erosi tersebut menyisakan punggungan mineral keras yang membentuk pola kotak-kotak atau jaring yang kita lihat sekarang.
Penemuan ini bukan sekadar keunikan visual. Keberadaan air tanah yang bertahan lama di masa lalu memberikan harapan baru bagi astrobiologi. Lingkungan yang kaya mineral dan air stabil seperti ini merupakan indikator kuat adanya habitat yang mendukung kehidupan mikroba di masa purba Mars.
Selain struktur utama, Curiosity juga mendeteksi adanya tekstur bergelombang yang disebut nodul di sepanjang dinding punggungan tersebut. Kehadiran nodul ini menjadi bukti krusial bahwa aktivitas air tanah di wilayah tersebut terjadi secara berulang kali, bukan hanya sekali lewat.
Sebelumnya, data dari satelit pengorbit (orbiter) hanya mampu menangkap garis-garis gelap misterius pada formasi ini tanpa penjelasan yang pasti. Namun, berkat pengamatan jarak dekat dari wahana darat Curiosity, misteri tersebut kini terpecahkan. Garis-garis gelap itu terkonfirmasi sebagai retakan mineral yang terkonsentrasi tinggi.
Temuan ini menandai babak baru dalam pemahaman manusia mengenai sejarah hidrologi Mars, membawa kita selangkah lebih dekat untuk menjawab pertanyaan: Pernahkah ada kehidupan di planet tetangga kita? (NASA & Space/P-3)
Studi terbaru mengungkap gunung berapi di Mars memiliki sejarah erupsi yang jauh lebih rumit dari dugaan semula, didorong oleh sistem magma yang terus berevolusi.
Elon Musk mengumumkan SpaceX beralih fokus ke Bulan sebelum Mars. Targetkan kota mandiri dalam 10 tahun demi selamatkan peradaban manusia.
Penelitian terbaru mengungkap meteorit Mars Black Beauty menyimpan air purba jauh lebih banyak, memperkuat bukti Mars pernah basah dan layak huni.
Mars berada pada jarak rata-rata sekitar 140 juta mil atau 225 juta kilometer dari Bumi. Jarak tersebut menyebabkan keterlambatan komunikasi, sehingga pengendalian rover secara langsung
NASA sukses menguji coba navigasi AI pada Rover Perseverance di Mars. Tanpa campur tangan manusia, AI kini mampu memetakan rute aman di medan ekstrem Planet Merah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved