Headline

YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.

Elon Musk Ubah Haluan, SpaceX Fokus Bangun Kota Mandiri di Bulan dalam 10 Tahun

Thalatie K Yani
10/2/2026 08:36
Elon Musk Ubah Haluan, SpaceX Fokus Bangun Kota Mandiri di Bulan dalam 10 Tahun
Ilustrasi karya seniman tentang kendaraan Starship milik SpaceX di bulan selama misi astronot Artemis untuk NASA.(SpaceX)

MILIARDER Elon Musk memberikan kejutan terkait ambisi luar angkasanya. Setelah bertahun-tahun bersikeras Mars adalah target utama, pendiri SpaceX ini mengumumkan perubahan strategi besar. SpaceX kini memprioritaskan pembangunan kota mandiri di Bulan dalam jangka pendek.

Melalui platform X pada Minggu (8/2), Musk mengungkapkan peralihan fokus ini didasari efisiensi waktu dan teknis. Menurutnya, kota di Bulan dapat dicapai dalam waktu kurang dari 10 tahun, sementara Mars membutuhkan waktu lebih dari 20 tahun.

"Bagi mereka yang belum tahu, SpaceX telah mengalihkan fokus untuk membangun kota yang tumbuh mandiri di Bulan, karena kita berpotensi mencapainya dalam kurang dari 10 tahun, sedangkan Mars akan memakan waktu 20 tahun lebih," tulis Musk.

Alasan Keamanan Peradaban

Salah satu faktor utama perubahan prioritas ini adalah kekhawatiran Musk akan kelangsungan hidup koloni luar angkasa jika terjadi bencana di Bumi. Ia khawatir bencana alam atau ulah manusia dapat menghentikan pasokan dari Bumi, yang akan menyebabkan koloni tersebut punah.

Keunggulan logistik menjadi alasan teknis lainnya. Perjalanan ke Mars hanya memungkinkan setiap 26 bulan saat planet-planet sejajar, dengan waktu tempuh enam bulan. Sebaliknya, peluncuran ke Bulan bisa dilakukan setiap 10 hari dengan waktu tempuh hanya dua hari.

"Ini berarti kita dapat melakukan iterasi (pengulangan proses) jauh lebih cepat untuk menyelesaikan kota di Bulan daripada kota di Mars," tambah Musk.

Pemanfaatan Sumber Daya Bulan

Kendaraan utama dalam misi ini adalah Starship, megateroket yang dirancang untuk dapat digunakan kembali sepenuhnya. Musk menekankan kemajuan teknologi transfer bahan bakar di luar angkasa akan memungkinkan Starship mendaratkan kargo dalam jumlah masif ke permukaan Bulan.

Rencana ini juga mencakup aspek manufaktur. Musk membayangkan pabrik-pabrik di Bulan yang memanfaatkan sumber daya lokal untuk membangun satelit dan meluncurkannya lebih jauh ke luar angkasa. Dengan menggunakan pelontar massa elektromagnetik, koloni ini diharapkan mampu memperluas jangkauan manusia hingga skala peradaban yang mampu mengendalikan energi bintangnya sendiri.

Nasib Ambisi Mars

Meski fokus beralih ke Bulan, Musk menegaskan SpaceX tidak meninggalkan Mars. Ia menyebut pengembangan misi Mars akan berjalan secara paralel dan diprediksi mulai intensif dalam 5-6 tahun ke depan. Ia bahkan memproyeksikan penerbangan berawak ke Mars tetap bisa terjadi pada tahun 2031.

Saat ini, SpaceX masih terikat kontrak dengan NASA dalam program Artemis, yang bertujuan menempatkan kembali manusia di Bulan pada 2028 melalui misi Artemis 3. Namun, tantangan teknis masih membayangi. Roket Starship telah menjalani 11 uji coba terbang sejauh ini, tetapi semuanya masih bersifat suborbital.

SpaceX masih harus membuktikan bahwa Starship mampu mencapai orbit dan melakukan pengisian bahan bakar di luar angkasa. Sebuah syarat mutlak untuk mewujudkan mimpi Elon Musk membangun kota di benda langit selain Bumi. (Space/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya