Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Sistem Starlink Rusia Lumpuh, Komando Militer Moskow di Garis Depan Dilaporkan Kacau

Thalatie K Yani
06/2/2026 05:33
Sistem Starlink Rusia Lumpuh, Komando Militer Moskow di Garis Depan Dilaporkan Kacau
Ukraina dan SpaceX resmi memblokir terminal Starlink milik Rusia. Akibatnya, sistem komunikasi militer Rusia di garis depan dilaporkan mengalami kegagalan fatal.(Ukraine Defense)

KEMENTERIAN Pertahanan Ukraina mengumumkan terminal internet satelit Starlink yang digunakan pasukan Rusia di Ukraina telah "diputus". Langkah ini dilaporkan telah melumpuhkan jalur komunikasi militer Rusia dan mengacaukan koordinasi pasukan di lapangan.

Menteri Pertahanan Ukraina, Mykhailo Fedorov, menyatakan SpaceX kini bekerja sama dengan pemerintah Ukraina untuk memperbarui "whitelist" atau daftar putih terminal Starlink yang disetujui. Sementara itu, seluruh sistem Rusia yang tidak sah telah diblokir secara total.

“Terminal Starlink yang masuk dalam ‘daftar putih’ tetap berfungsi. Terminal milik Rusia sudah diblokir,” ujar Fedorov dalam pernyataan resminya. “Kami terus memverifikasi terminal-terminal ini. Batch pertama yang masuk daftar putih sudah beroperasi.”

Seorang sumber di Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina mengklaim per Kamis malam, seluruh akses Starlink Rusia di sepanjang garis depan telah terputus. Dampaknya disebut sangat signifikan bagi pergerakan pasukan lawan.

Serhii Beskrestnov, penasihat menteri pertahanan, bahkan menyebut situasi di pihak Rusia sebagai sebuah bencana. “Musuh di garis depan tidak hanya menghadapi masalah, tetapi katastrofe. Seluruh komando dan kendali pasukan runtuh. Operasi penyerangan di banyak wilayah terhenti,” ungkapnya.

Respons Rusia dan Elon Musk

Meski Starlink secara resmi dilarang dijual ke Rusia akibat sanksi AS, pejabat Ukraina memperingatkan Moskow kerap menemukan celah untuk memperoleh sistem tersebut. Rusia bahkan diketahui memasang Starlink pada drone tempur mereka untuk menghindari gangguan pertahanan elektronik Ukraina.

Pendiri SpaceX, Elon Musk, menegaskan pihaknya telah mengambil langkah tegas untuk menghentikan penggunaan ilegal ini. “Penting untuk mendaftarkan terminal Starlink Anda jika berada di Ukraina,” tulis Musk.

Di sisi lain, narasi berbeda muncul dari kalangan militer Rusia. Meski Kementerian Pertahanan Rusia belum memberikan pernyataan resmi, sejumlah blogger militer pro-Kremlin mengakui adanya gangguan komunikasi. Boris Rozhin, seorang blogger militer, mengakui bahwa pemblokiran ini akan berdampak pada ketersediaan internet di lapangan karena belum adanya alternatif yang sepadan.

Proses Verifikasi di Pihak Ukraina

Pemblokiran ini bukan tanpa kendala. Beberapa unit Starlink milik pasukan Ukraina dilaporkan ikut terputus sementara selama proses pendaftaran ulang. Tetiana Chornovol, seorang perwira tempur Ukraina, melaporkan bahwa dua posisi tempurnya sempat kehilangan komunikasi sebelum akhirnya beralih ke sistem cadangan. Pemerintah Ukraina memastikan proses verifikasi terus berjalan agar unit militer mereka kembali terhubung sepenuhnya.

Kemajuan Diplomasi di Abu Dhabi

Di tengah ketegangan teknologi di garis depan, jalur diplomasi menunjukkan sedikit titik terang. Putaran kedua pembicaraan trilateral antara Ukraina, Rusia, dan Amerika Serikat di Abu Dhabi berakhir pada Kamis dengan sebuah kesepakatan nyata.

Meski belum ada terobosan besar untuk mengakhiri perang, kedua pihak sepakat melakukan pertukaran tawanan pertama sejak Oktober lalu. Sebanyak 157 tawanan perang dari masing-masing pihak telah dipulangkan ke negara asal.

Kepala Staf Kepresidenan Ukraina, Kyrylo Budanov, menyebut negosiasi tersebut "sangat konstruktif." Presiden Volodymyr Zelensky juga mengonfirmasi bahwa para negosiator telah sepakat untuk mengadakan putaran pembicaraan berikutnya dalam waktu dekat. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya