Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Bangun 'Mesin Inovasi', SpaceX Resmi Akuisisi Startup AI Milik Elon Musk

Thalatie K Yani
03/2/2026 06:38
Bangun 'Mesin Inovasi', SpaceX Resmi Akuisisi Startup AI Milik Elon Musk
Elon Musk resmi menggabungkan startup AI miliknya, xAI, ke dalam SpaceX. Langkah besar ini bertujuan menciptakan 'mesin inovasi' untuk ambisi Mars.(Media Sosial X)

MILIARDER Elon Musk mengambil langkah besar untuk menyatukan kerajaan bisnisnya yang luas. Perusahaan roket SpaceX secara resmi mengonfirmasi akuisisi terhadap start-up kecerdasan buatan (AI) milik Musk, xAI. Langkah ini menandai upaya integrasi antara teknologi ruang angkasa dan AI tingkat lanjut.

SpaceX mengonfirmasi kesepakatan tersebut pada Senin (2/2) dengan merilis sebuah memo dari Musk di situs resmi mereka. Dalam catatan tersebut, Musk menjelaskan merger ini akan membentuk sebuah "mesin inovasi" yang menyatukan teknologi AI, roket, internet berbasis ruang angkasa, dan media dalam satu atap.

Ambisi Pusat Data di Luar Angkasa

Meskipun detail nilai transaksi tidak diungkapkan ke publik, Musk memberikan gambaran besar mengenai visi di balik penggabungan ini. Ia meyakini luar angkasa adalah solusi bagi kebutuhan energi yang sangat besar yang dihadapi oleh perusahaan-perusahaan AI saat ini.

"Dalam jangka panjang, AI berbasis ruang angkasa jelas merupakan satu-satunya cara untuk melakukan penskalaan," tulis Musk dalam memonya.

Fokus mendesak dari kerja sama ini adalah peluncuran satelit AI dari Bumi. Namun, Musk menegaskan kesepakatan ini memiliki tujuan yang jauh lebih besar daripada sekadar teknologi satelit.

"Kemampuan yang kita buka dengan mewujudkan pusat data berbasis ruang angkasa akan mendanai dan memungkinkan pangkalan yang tumbuh mandiri di Bulan, peradaban utuh di Mars, dan pada akhirnya ekspansi ke alam semesta," tulis Musk.

Kontroversi Investasi xAI

Akuisisi oleh SpaceX ini menyusul langkah Tesla bulan lalu, di mana perusahaan mobil listrik tersebut mengumumkan investasi sebesar US$2 miliar (sekitar Rp31,5 triliun) ke xAI. Saat itu, Musk meyakinkan investor Tesla bahwa xAI akan berfungsi sebagai "konduktor orkestra" untuk pabrik-pabrik Tesla yang menggunakan robot otonom.

Namun, langkah tersebut sempat memicu keberatan dari sebagian pemegang saham Tesla yang mempertanyakan pengalihan sumber daya ke perusahaan Musk lainnya. Dalam pemungutan suara tahun lalu, jumlah pemegang saham yang abstain atau menentang ide tersebut bahkan melampaui mereka yang setuju.

Selain penggabungan xAI, SpaceX sendiri dilaporkan tengah mengerjakan rencana untuk mencatatkan sahamnya di bursa publik (listing). Dengan masuknya xAI ke dalam struktur SpaceX, entitas ini kini memiliki posisi unik sebagai penyedia infrastruktur ruang angkasa sekaligus pengembang teknologi AI canggih melalui chatbot Grok. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya