Headline

DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.

Elon Musk Berambisi Bangun Pabrik Satelit AI di Bulan dan Ketapel Raksasa ke Luar Angkasa

Thalatie K Yani
19/2/2026 11:43
Elon Musk Berambisi Bangun Pabrik Satelit AI di Bulan dan Ketapel Raksasa ke Luar Angkasa
Ilustrasi pabrik satelit AI di Bulan(General Atomics Electromagnetic Systems)

MILIARDER teknologi Elon Musk kembali memicu perbincangan dunia melalui visi terbarunya yang ambisius. Pendiri SpaceX tersebut berencana mendirikan pabrik satelit kecerdasan buatan (AI) di Bulan guna mendukung perusahaan barunya, xAI. Tak hanya pabrik, Musk juga mengusulkan penggunaan "ketapel" elektromagnetik raksasa di permukaan Bulan untuk melontarkan satelit-satelit tersebut ke luar angkasa.

Rencana ini pertama kali diungkapkan Musk dalam pembaruan akuisisi xAI oleh SpaceX pada awal Februari, dan dipertegas kembali dalam pertemuan internal dengan staf xAI pekan lalu. Menurutnya, ruang angkasa akan menjadi tempat paling efisien untuk menghasilkan komputasi AI dalam beberapa tahun ke depan.

"Perkiraan saya adalah, dalam dua hingga tiga tahun ke depan, cara dengan biaya terendah untuk menghasilkan komputasi AI adalah di luar angkasa," tulis Elon Musk dalam pembaruan tertanggal 2 Februari tersebut.

Memanfaatkan Sumber Daya Bulan

Musk menjelaskan roket raksasa Starship miliknya akan menjadi kunci utama. Dengan kemampuan transfer bahan bakar di orbit, Starship mampu mendaratkan kargo dalam jumlah masif ke Bulan. Hal ini memungkinkan pembangunan pangkalan manufaktur permanen yang memanfaatkan sumber daya lokal Bulan seperti silikon, titanium, aluminium, dan besi.

Ide "ketapel" yang dimaksud Musk sebenarnya merujuk pada teknologi mass driver atau peluncur elektromagnetik. Dengan memproduksi satelit di Bulan dan meluncurkannya menggunakan mass driver, Musk berambisi memanen persentase besar tenaga matahari dan menaikkan posisi peradaban manusia pada skala Kardashev (skala kemajuan teknologi peradaban).

"Dengan menggunakan penggerak massa elektromagnetik (mass driver) dan manufaktur bulan, sangat mungkin untuk menempatkan 500 hingga 1.000 TW/tahun satelit AI ke luar angkasa, secara signifikan menaikkan skala Kardashev, dan memanfaatkan persentase daya matahari yang tidak sedikit," tambah Musk.

Warisan Ilmuwan dan Dukungan Riset

Meski terdengar futuristik, konsep mass driver sebenarnya telah digagas oleh visioner ruang angkasa Gerard O'Neill sejak 1974. Teknologi ini bekerja seperti railgun yang mempercepat objek non-magnetik menggunakan energi listrik.

Robert Peterkin dari General Atomics Electromagnetic Systems memperkuat argumen ini dalam laporan tahun 2023 untuk Kantor Riset Ilmiah Angkatan Udara AS (AFOSR). Ia menyebut peluncur elektromagnetik adalah pilihan unggul karena dapat menggunakan energi surya yang melimpah di Bulan, alih-alih harus mengimpor bahan bakar kimia dari Bumi.

"Pemerintah AS harus mendanai evolusi dari sistem peluncuran pesawat elektromagnetik yang ada saat ini... untuk mencapai kecepatan yang lebih tinggi, dengan massa yang lebih rendah, demi peluncuran bulan yang andal," ujar Peterkin kepada Space.com.

Meskipun pada tahap awal ekosistem Bulan akan sangat bergantung pada pasokan mesin dari Bumi, kehadiran Starship dinilai sebagai pengubah permainan (enabler) yang nyata. Dengan memindahkan industri ke Bulan, biaya pemeliharaan dan pengisian bahan bakar wahana antariksa di masa depan diharapkan jauh lebih murah dibandingkan harus melawan gravitasi Bumi yang sangat kuat. (space/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya