Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Menembus Batas Langit, Perjuangan dan Jalan Terjal Menjadi Astronot NASA

Thalatie K Yani
05/2/2026 10:04
Menembus Batas Langit, Perjuangan dan Jalan Terjal Menjadi Astronot NASA
astronot(NASA)

MENJADI astronot bukan sekadar profesi, melainkan komitmen hidup yang luar biasa. Bayangkan, para kandidat yang biasanya terpilih di usia 30-an hingga 40-an tahun ini rela meninggalkan karier cemerlang mereka demi memulai segalanya dari nol. Meski harus menghadapi jadwal pelatihan yang padat dan perjalanan dinas yang tak ada habisnya, impian menuju luar angkasa tetap menjadi magnet yang kuat. Terbukti, lebih dari 18.000 warga Amerika Serikat bersaing ketat dalam gelombang seleksi terbaru NASA.

Syarat Mutlak dan Keahlian Khusus

NASA menetapkan standar yang sangat tinggi. Selain kondisi fisik yang prima, calon astronot wajib memiliki gelar sarjana di bidang teknik, sains biologi, sains fisik, ilmu komputer, atau matematika. Tak berhenti di sana, mereka harus memiliki setidaknya tiga tahun pengalaman profesional atau 1.000 jam terbang sebagai pilot jet.

Keahlian tambahan seperti menyelam (scuba diving), pengalaman bertahan hidup di alam liar, kemampuan kepemimpinan, hingga penguasaan bahasa asing, terutama bahasa Rusia, menjadi nilai plus yang krusial.

Evolusi "Kelas" Astronot

Sejak kelompok pertama "Mercury Seven" pada 1959, profil astronot NASA terus berevolusi. Jika dulu didominasi pilot militer, kini NASA mencari keberagaman keahlian. Sejarah mencatat momen penting seperti kelas tahun 1969 yang dijuluki "The Scientists", kelas tahun 1978 yang mulai merekrut perempuan dan etnis minoritas, hingga kelas tahun 2013 yang mencapai keseimbangan gender 50/50.

Menuju Bulan dan Mars

Setelah lulus seleksi, para astronot baru ini akan dihadapkan pada berbagai kendaraan canggih. Selain menggunakan pesawat Soyuz Rusia untuk mencapai Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), mereka dipersiapkan untuk misi eksplorasi jauh ke Bulan dan Mars menggunakan wahana Orion. Menariknya, mereka juga akan menjadi generasi pertama yang kembali meluncur dari tanah Amerika menggunakan pesawat komersial buatan SpaceX dan Boeing.

Realita di Balik Layar, Pelatihan Intensif

Banyak yang mengira astronot menghabiskan sebagian besar waktunya di ruang hampa. Faktanya, sebagian besar karier mereka dihabiskan di Bumi untuk pelatihan dan dukungan misi.

Selama dua tahun masa pelatihan dasar, para kandidat harus:

  • Berlatih berjalan di luar angkasa (spacewalk) di kolam raksasa sedalam 18 meter (Neutral Buoyancy Laboratory).
  • Mengoperasikan lengan robotik ISS.
  • Menerbangkan armada jet T-38 untuk mengasah ketajaman navigasi.
  • Mempelajari bahasa Rusia agar dapat berkomunikasi dengan mitra internasional di ISS.

Proses Seleksi yang Menyakitkan

Dari 18.353 pelamar, proses penyaringan dilakukan secara berlapis oleh panel yang terdiri dari astronot aktif. Hanya sekitar 120 orang yang dipanggil untuk wawancara dan pemeriksaan medis tahap awal. Angka ini dipersempit lagi menjadi 50 orang untuk wawancara tahap kedua, hingga akhirnya terpilih segelintir kandidat terbaik.

Setelah terpilih, mereka akan pindah ke Houston untuk dilantik sebagai pegawai negeri sipil. Meski harus meninggalkan kenyamanan karier sebelumnya, menjadi astronot menawarkan kesempatan langka untuk berkontribusi pada kemajuan peradaban manusia di antara bintang-bintang. (Space/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik