Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Saingi Starlink, Blue Origin Milik Jeff Bezos Bakal Luncurkan 5.400 Satelit TeraWave

Thalatie K Yani
22/1/2026 11:10
Saingi Starlink, Blue Origin Milik Jeff Bezos Bakal Luncurkan 5.400 Satelit TeraWave
Jeff Bezos melalui Blue Origin umumkan proyek TeraWave, jaringan satelit internet berkecepatan 6 Tbps untuk tantang dominasi Starlink milik Elon Musk.(Blue Origin)

PERSAINGAN teknologi luar angkasa semakin memanas. Blue Origin, perusahaan roket milik pendiri Amazon, Jeff Bezos, mengumumkan rencana ambisius untuk meluncurkan lebih dari 5.400 satelit guna membangun jaringan komunikasi baru yang diberi nama TeraWave.

Jaringan ini dirancang untuk menyediakan akses internet tanpa putus di seluruh dunia. Blue Origin mengeklaim TeraWave memiliki kemampuan memindahkan data dalam jumlah besar jauh lebih cepat dibandingkan layanan kompetitor saat ini. Kecepatan upload dan download yang ditawarkan mencapai 6 terabit per detik (Tbps), angka yang jauh melampaui standar layanan satelit komersial yang ada.

Fokus pada Korporasi dan Pemerintah

Meski akan meluncurkan ribuan satelit, jumlah armada Blue Origin ini masih jauh di bawah Starlink milik Elon Musk yang saat ini mendominasi pasar. Namun, terdapat perbedaan strategi yang mencolok di antara keduanya.

Jika Starlink (bagian dari SpaceX) menyasar pelanggan individu untuk layanan internet dan telepon, TeraWave justru akan berfokus pada pusat data (data center), sektor bisnis, dan instansi pemerintah. Langkah ini memposisikan Blue Origin pada ceruk pasar yang berbeda dari dominasi ritel Musk.

TeraWave juga akan bersaing dengan proyek satelit milik Amazon sendiri, yaitu Leo. Meskipun Bezos masih menjabat sebagai ketua eksekutif di Amazon, kedua perusahaan ini bergerak secara terpisah. Amazon Leo lebih fokus pada penyediaan internet kecepatan tinggi untuk masyarakat umum, dengan rencana peluncuran lebih dari 3.000 satelit.

Ambisi dan Kontroversi Blue Origin

Blue Origin menargetkan proses peluncuran satelit TeraWave akan dimulai pada akhir tahun 2027. Pengumuman ini menyusul sejumlah pencapaian teknis perusahaan, termasuk keberhasilan mendaratkan pendorong roket (rocket booster) di platform terapung untuk pertama kalinya pada November lalu. Sebuah prestasi yang sebelumnya hanya bisa dilakukan oleh SpaceX.

Selain misi teknis, Blue Origin juga sempat menarik perhatian publik pada April lalu melalui penerbangan luar angkasa berdurasi 11 menit dengan kru yang seluruhnya perempuan. Penerbangan tersebut mengangkut tokoh-tokoh ternama seperti istri Bezos, Lauren Sánchez, penyanyi Katy Perry, dan presenter Gayle King.

Namun, misi wisata luar angkasa tersebut menuai kritik dari sejumlah komentator. Keterlibatan para selebritas dalam perjalanan singkat yang sangat mahal ini dianggap "tuli nada" (tone deaf) karena dilakukan di tengah masa sulit ekonomi yang sedang melanda banyak orang.

Kini, dengan pengumuman TeraWave, Blue Origin tampak ingin mempertegas posisinya bukan sekadar sebagai penyedia wisata luar angkasa, melainkan sebagai pemain kunci dalam infrastruktur komunikasi global masa depan. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya