Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

SpaceX Berikan Akses Starlink Gratis di Iran Guna Tembus Blokade Internet 

Thalatie K Yani
14/1/2026 06:01
SpaceX Berikan Akses Starlink Gratis di Iran Guna Tembus Blokade Internet 
Elon Musk melalui SpaceX menggratiskan layanan Starlink di Iran untuk membantu demonstran menembus blackout internet di tengah kerusuhan yang menewaskan 1.800 orang. (Media Sosial X)

PERUSAHAAN kedirgantaraan milik Elon Musk, SpaceX, mulai menyediakan akses internet gratis melalui layanan satelit Starlink bagi pengguna di Iran. Langkah ini diambil di tengah upaya rezim Teheran melakukan pemadaman digital (digital blackout) besar-besaran untuk menutupi tindakan keras terhadap aksi protes anti-pemerintah.

Ahmad Ahmadian, Direktur Eksekutif organisasi nirlaba teknologi Holistic Resilience, mengonfirmasi akun-akun Starlink di Iran yang sebelumnya tidak aktif kini mulai terhubung kembali dengan biaya langganan yang digratiskan sejak Selasa. "Ini sistem plug and connect... cukup letakkan terminal satelit di tempat yang memiliki pandangan jelas ke langit, dan Anda siap terhubung," ujarnya kepada CNN.

Kolaborasi Musk dan Trump

Keputusan SpaceX ini menyusul pembicaraan telepon awal pekan ini antara Presiden AS Donald Trump dan Elon Musk mengenai akses komunikasi di Iran. Dukungan teknologi ini menjadi sangat krusial mengingat pemerintah Iran telah memutus akses internet selama beberapa hari terakhir, sementara laporan menyebutkan lebih dari 1.800 demonstran telah tewas.

Ketiadaan akses komunikasi membuat pemantauan jumlah korban jiwa menjadi sangat sulit. Ahmadian menegaskan bahwa dalam beberapa kasus, Starlink menjadi "satu-satunya cara untuk mengirimkan informasi" ke dunia luar mengenai kekerasan yang terjadi di lapangan.

Tantangan Teknis dan Pengacakan Sinyal

Meskipun menjadi angin segar bagi para aktivis, akses ini diperkirakan hanya mampu menjangkau sebagian kecil dari 92 juta penduduk Iran. Selain itu, pemerintah Iran memiliki kemampuan untuk melakukan pengacakan (jamming) sinyal.

Doug Madory dari firma pemantauan jaringan Kentik menjelaskan bahwa rezim Iran telah membangun "Tembok Besar Api" (Great Firewall) yang memblokir hampir seluruh lalu lintas data kecuali yang telah disetujui. Saat ini, otoritas Iran dilaporkan menggunakan taktik tingkat militer untuk mengganggu sinyal Starlink, serupa dengan metode yang digunakan Rusia di garis depan perang Ukraina.

Risiko dan Kebutuhan Perangkat

Meski penggunaan Starlink telah dikriminalisasi oleh otoritas Iran sejak perang 12 hari antara Israel dan Iran tahun lalu, permintaan terhadap perangkat ini justru melonjak tajam. Mahsa Alimardani, spesialis teknologi dari organisasi hak asasi manusia Witness, memperkirakan ada sekitar 50.000 penerima Starlink di Iran saat ini.

"Jika jendela informasi itu bisa diperluas, hal itu dapat menjadi keuntungan sekaligus pencegah bagi rezim dalam upaya mereka melakukan tindakan yang kemungkinan besar akan dicap sebagai kekejaman di bawah kegelapan informasi," kata Alimardani.

Di sisi lain, kebijakan ini muncul di tengah ketidakpastian dukungan dana pemerintah AS untuk alat penghindar sensor internet. Sebelumnya, pemerintahan Trump sempat memangkas bantuan luar negeri yang mendukung penyediaan VPN dan perangkat lunak untuk warga Iran, sehingga langkah mandiri dari SpaceX ini menjadi bantuan teknis paling signifikan bagi para aktivis saat ini. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya