Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
RAKSASA teknologi Amazon mengumumkan rencana ambisius untuk membelanjakan dana sebesar US$200 miliar (sekitar Rp3.140 triliun) untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan robotika pada tahun ini. Langkah ini mempertegas posisi Amazon dalam persaingan ketat teknologi global, meski di saat yang sama, lini bisnis lain milik pendirinya tengah menghadapi krisis besar.
Pengumuman investasi besar ini muncul hanya berselang satu hari setelah surat kabar Washington Post, yang dimiliki oleh pendiri Amazon Jeff Bezos, mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar sepertiga karyawannya.
CEO Amazon, Andy Jassy, menyatakan bahwa perusahaan akan meningkatkan pengeluaran modal secara signifikan dari US$125 miliar tahun lalu menjadi US$200 miliar pada 2026. Angka ini jauh melampaui prediksi analis Wall Street yang memperkirakan belanja modal hanya di kisaran US$147 miliar.
"Dengan permintaan yang begitu kuat untuk penawaran kami yang ada saat ini serta peluang penting seperti AI, chip, robotika, dan satelit orbit bumi rendah, kami memperkirakan akan menginvestasikan sekitar $200 miliar dalam belanja modal di seluruh Amazon pada tahun 2026, dan mengantisipasi imbal hasil jangka panjang yang kuat atas modal yang diinvestasikan," ujar Jassy dalam rilis resminya.
Sepanjang kuartal keempat tahun fiskal 2025, Amazon mencatatkan pendapatan sebesar US$213,4 miliar, naik 14% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meski pertumbuhan penjualan melonjak, laba per saham sebesar US$1,95 sedikit di bawah estimasi analis sebesar US$1,97.
Unit bisnis cloud-computing, Amazon Web Services (AWS), menjadi bintang dengan pertumbuhan tercepat dalam 13 kuartal terakhir. Pendapatan AWS meningkat 24% menjadi US$35,6 miliar. Sementara itu, sektor pendapatan iklan juga mencatatkan kenaikan impresif sebesar 22%.
Langkah agresif Amazon di sektor AI ini mencerminkan tren raksasa teknologi lain seperti Microsoft, Google, dan Meta, yang secara kolektif diperkirakan akan membelanjakan lebih dari US$630 miliar tahun ini untuk teknologi serupa.
Namun, di sisi lain, kondisi Washington Post memicu kekhawatiran mengenai masa depan jurnalisme di bawah kepemilikan miliarder. Mantan pemimpin redaksi Washington Post, Marty Baron, menyatakan keprihatinannya atas pengurangan staf besar-besaran tersebut.
"Aspirasi organisasi berita ini telah berkurang. Saya pikir hal itu akan berdampak pada berkurangnya jumlah pelanggan. Saya berharap ini bukan spiral kematian, namun saya khawatir hal itu mungkin terjadi," kata Baron kepada The Guardian.
Jeff Bezos sendiri saat ini menjabat sebagai ketua eksekutif dewan direksi Amazon. Meski kekayaannya yang mencapai US$235 miliar sempat turun sekitar 3,7% akibat respons pasar terhadap laporan keuangan ini, investasi masif Amazon pada AI menunjukkan bahwa fokus utama perusahaan kini bergeser sepenuhnya ke arah otomatisasi masa depan. (The Guardian/Z-2)
CEO Amazon Andy Jassy menjelaskan pemutusan 14.000 karyawan bukan karena alasan keuangan atau AI, melainkan demi memperbaiki budaya kerja dan struktur organisasi.
The Washington Post mengumumkan PHK massal terhadap 33% karyawannya. Langkah ini memicu kritik tajam, termasuk dari mantan pemimpin redaksi Marty Baron.
Washington Post umumkan PHK massal yang berdampak pada sepertiga staf. Restrukturisasi Jeff Bezos ini memicu kritik atas masa depan jurnalisme berkualitas.
Jeff Bezos melalui Blue Origin umumkan proyek TeraWave, jaringan satelit internet berkecepatan 6 Tbps untuk tantang dominasi Starlink milik Elon Musk.
Michaela Benthaus mengukir sejarah sebagai pengguna kursi roda pertama di dunia yang terbang ke luar angkasa bersama Blue Origin milik Jeff Bezos.
Anna Wintour menilai Lauren Sánchez Bezos sebagai sosok yang mencintai fashion dan menjadi aset berharga bagi Met Gala 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved