Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Amazon Kucurkan Rp3.100 Triliun untuk AI di Tengah Badai PHK Washington Post

Thalatie K Yani
06/2/2026 10:06
Amazon Kucurkan Rp3.100 Triliun untuk AI di Tengah Badai PHK Washington Post
Amazon umumkan investasi raksasa $200 miliar untuk AI dan robotika tahun 2026. Langkah ini kontras dengan pemangkasan sepertiga staf di Washington Post milik Jeff Bezos.(Unsplash)

RAKSASA teknologi Amazon mengumumkan rencana ambisius untuk membelanjakan dana sebesar US$200 miliar (sekitar Rp3.140 triliun) untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan robotika pada tahun ini. Langkah ini mempertegas posisi Amazon dalam persaingan ketat teknologi global, meski di saat yang sama, lini bisnis lain milik pendirinya tengah menghadapi krisis besar.

Pengumuman investasi besar ini muncul hanya berselang satu hari setelah surat kabar Washington Post, yang dimiliki oleh pendiri Amazon Jeff Bezos, mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar sepertiga karyawannya.

CEO Amazon, Andy Jassy, menyatakan bahwa perusahaan akan meningkatkan pengeluaran modal secara signifikan dari US$125 miliar tahun lalu menjadi US$200 miliar pada 2026. Angka ini jauh melampaui prediksi analis Wall Street yang memperkirakan belanja modal hanya di kisaran US$147 miliar.

"Dengan permintaan yang begitu kuat untuk penawaran kami yang ada saat ini serta peluang penting seperti AI, chip, robotika, dan satelit orbit bumi rendah, kami memperkirakan akan menginvestasikan sekitar $200 miliar dalam belanja modal di seluruh Amazon pada tahun 2026, dan mengantisipasi imbal hasil jangka panjang yang kuat atas modal yang diinvestasikan," ujar Jassy dalam rilis resminya.

Kinerja Keuangan dan Pertumbuhan Cloud 

Sepanjang kuartal keempat tahun fiskal 2025, Amazon mencatatkan pendapatan sebesar US$213,4 miliar, naik 14% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meski pertumbuhan penjualan melonjak, laba per saham sebesar US$1,95 sedikit di bawah estimasi analis sebesar US$1,97.

Unit bisnis cloud-computing, Amazon Web Services (AWS), menjadi bintang dengan pertumbuhan tercepat dalam 13 kuartal terakhir. Pendapatan AWS meningkat 24% menjadi US$35,6 miliar. Sementara itu, sektor pendapatan iklan juga mencatatkan kenaikan impresif sebesar 22%.

Ironi Kekayaan dan Kebebasan Pers 

Langkah agresif Amazon di sektor AI ini mencerminkan tren raksasa teknologi lain seperti Microsoft, Google, dan Meta, yang secara kolektif diperkirakan akan membelanjakan lebih dari US$630 miliar tahun ini untuk teknologi serupa.

Namun, di sisi lain, kondisi Washington Post memicu kekhawatiran mengenai masa depan jurnalisme di bawah kepemilikan miliarder. Mantan pemimpin redaksi Washington Post, Marty Baron, menyatakan keprihatinannya atas pengurangan staf besar-besaran tersebut.

"Aspirasi organisasi berita ini telah berkurang. Saya pikir hal itu akan berdampak pada berkurangnya jumlah pelanggan. Saya berharap ini bukan spiral kematian, namun saya khawatir hal itu mungkin terjadi," kata Baron kepada The Guardian.

Jeff Bezos sendiri saat ini menjabat sebagai ketua eksekutif dewan direksi Amazon. Meski kekayaannya yang mencapai US$235 miliar sempat turun sekitar 3,7% akibat respons pasar terhadap laporan keuangan ini, investasi masif Amazon pada AI menunjukkan bahwa fokus utama perusahaan kini bergeser sepenuhnya ke arah otomatisasi masa depan. (The Guardian/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya