Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

The Washington Post PHK Sepertiga Karyawan dan Pangkas Liputan Internasional

Thalatie K Yani
05/2/2026 10:38
The Washington Post PHK Sepertiga Karyawan dan Pangkas Liputan Internasional
The Washington Post(Media Sosial X)

THE Washington Post, salah satu institusi pers paling berpengaruh di Amerika Serikat, mengumumkan kebijakan drastis dengan memutus hubungan kerja (PHK) terhadap sepertiga tenaga kerjanya. Langkah ini secara signifikan akan mereduksi cakupan berita olahraga, berita lokal, dan koresponden luar negeri mereka.

Keputusan yang diumumkan pada Rabu waktu setempat ini menandai gejolak terbaru bagi surat kabar milik miliarder Jeff Bezos tersebut. Pemangkasan ini menyasar berbagai departemen, namun dampaknya paling terasa di meja redaksi luar negeri dan lokal.

Alasan Stabilitas dan Ambisi Baru

Pemimpin Redaksi Eksekutif, Matt Murray, menyatakan langkah menyakitkan ini diperlukan untuk membawa "stabilitas" bagi perusahaan. Ia beralasan trafik daring The Washington Post merosot tajam dalam tiga tahun terakhir akibat ledakan kecerdasan buatan (AI) dan model bisnis yang dianggap "terlalu berakar pada era yang berbeda."

"Kabar hari ini menyakitkan. Ini adalah tindakan yang sulit," tulis Murray dalam memo kepada staf. "Jika kita ingin berkembang, bukan sekadar bertahan, kita harus menciptakan kembali jurnalisme dan model bisnis kita dengan ambisi baru."

Namun, klaim tersebut segera mendapat kecaman keras. Washington Post Guild, serikat pekerja surat kabar tersebut, menyatakan terus-menerus memangkas karyawan hanya akan memperlemah kualitas jurnalisme dan mengusir pembaca.

Dampak Nyata di Medan Perang

PHK ini memicu kemarahan para jurnalis, terutama mereka yang bertugas di zona konflik. Mantan kepala biro Kairo mengungkapkan dirinya diberhentikan bersama seluruh jajaran koresponden dan editor Timur Tengah. Seorang koresponden yang berbasis di Ukraina juga meratapi pemecatan dirinya di tengah situasi zona perang yang aktif.

Mantan pemimpin redaksi The Post, Marty Baron, menyebut peristiwa ini sebagai "salah satu hari tergelap dalam sejarah salah satu organisasi berita terbesar di dunia." Baron mengkritik Jeff Bezos yang dianggap telah kehilangan semangat dalam membela kebebasan pers yang dahulu ia banggakan.

"Saya berharap bisa mendeteksi semangat yang sama hari ini. Namun tidak ada tanda-tanda itu," ujar Baron menyindir sikap Bezos.

Krisis Kepercayaan dan Finansial

Masalah finansial The Post semakin diperparah oleh eksodus pelanggan. Tahun lalu, surat kabar ini kehilangan puluhan ribu pelanggan setelah Bezos memutuskan untuk menghentikan tradisi dukungan resmi kepada kandidat presiden dalam Pemilu AS 2024.

Kondisi The Post kontras dengan pesaing utamanya, The New York Times, yang pada hari yang sama justru melaporkan penambahan sekitar 450.000 pelanggan digital baru pada kuartal terakhir tahun 2025. Kini, dengan berkurangnya kekuatan redaksi secara drastis, masa depan jurnalisme investigasi dan global The Washington Post berada dalam ketidakpastian besar. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik