Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Legislator PDIP: Penambahan Layer Cukai Rokok Bisa Picu PHK Massal

Akmal Fauzi
02/2/2026 17:21
Legislator PDIP: Penambahan Layer Cukai Rokok Bisa Picu PHK Massal
Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Sofwan Dedy Ardyanto(DPR RI)

ANGGOTA Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Sofwan Dedy Ardyanto, mengingatkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bahwa rencana penambahan layer baru cukai rokok berpotensi menggulung tikar industri Sigaret Kretek Tangan (SKT), sehingga pemutusan hubungan kerja (PHK) massal tak terhindarkan.

"Bahwa kebijakan tersebut berpotensi memicu ketidakstabilan pasar dan berdampak buruk terhadap kelangsungan industri padat karya, khususnya Sigaret Kretek Tangan (SKT) yang selama ini penopang serapan tenaga kerja (padat karya)," kata Sofwan dalam keterangan yang diterima, Senin (2/2).

Menurut legislator PDI Perjuangan, penambahan layer baru dalam struktur cukai dapat mendorong terjadinya fenomena downtrading, yakni peralihan konsumen ke produk dengan tarif cukai yang lebih rendah. Kondisi ini dinilai semakin berisiko mengingat daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih.

“Saya kira, kondisi daya beli yang belum pulih ini juga disadari pemerintah, terlihat dari target penerimaan cukai hasil tembakau sebagaimana dalam dokumen Peraturan Presiden (Perpres) No 118 Tahun 2025 tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2026 yang kembali diturunkan,” ujarnya.

Sofwan yang terpilih dari daerah pemilihan Jawa Tengah VI (Kab/Kota Magelang, Purworejo, Wonosobo dan Temanggung) menyoroti penurunan target penerimaan cukai tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp225,75 triliun, lebih rendah 1,89% dibandingkan target CHT 2025 yang mencapai Rp230,09 triliun.

“Penurunan target ini menjadi sinyal bahwa pemerintah menyadari adanya tantangan besar dalam konsumsi dan daya beli masyarakat. Penambahan layer cukai di tengah situasi seperti ini justru berpotensi menjadi langkah yang kontraproduktif bagi keberlangsungan industri nasional,” jelasnya.

Sofwan mengkhawatirkan keberadaan layer baru akan mendorong pelaku usaha berpindah ke lapisan tersebut. Dampak lanjutan dari kondisi ini, menurutnya, akan sangat dirasakan oleh kelangsungan industri Sigaret Kretek Tangan (SKT).

Selama ini, SKT dikenal sebagai sektor padat karya yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Namun, apabila struktur cukai baru membuat harga Sigaret Kretek Mesin (SKM) tidak lagi terpaut jauh dengan SKT, konsumen berpotensi beralih ke SKM.

“Pergeseran konsumsi ini dikhawatirkan dapat mematikan industri SKT. Jika permintaan SKT terus menurun, gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sektor yang sangat bergantung pada tenaga manusia ini sulit untuk dihindari,” tukas Sofwan. (P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya