Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI II DPR RI menegaskan komitmen mereka untuk terus mendukung keberlanjutan dan kemajuan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dalam berbagai aspek. Penegasan tersebut disampaikan Ketua Komisi II DPR RI, Dr. H.M. Rifqinizamy Karsayuda, S.H., M.H., saat memimpin rombongan dalam Kunjungan Kerja Spesifik ke Kampus IPDN.
Fokus utama dalam kunjungan ini adalah percepatan pembangunan infrastruktur yang dinilai belum proporsional dengan jumlah praja yang ada.
Rifqi mengungkapkan bahwa pada tahun anggaran 2026, IPDN akan mendapatkan penambahan alokasi dana dari APBN melalui bantuan Presiden RI.
“Dari tahun lalu di angka Rp578 miliar, insyaallah tahun 2026 ini menjadi Rp814 miliar. Anggaran ini akan dialokasikan untuk menyelesaikan perbaikan mess kesatriaan di IPDN serta fasilitas-fasilitas penunjangnya,” tutur Rifqi.
Selain infrastruktur fisik, Komisi II menyoroti ketimpangan anggaran lauk pauk praja IPDN yang masih jauh di bawah standar akademi kedinasan lainnya seperti Akpol maupun TNI.
Saat ini, anggaran makan praja IPDN hanya sebesar Rp43.000 per orang per hari, sementara Akpol dan TNI telah mencapai Rp75.000.
Rifqi berharap bantuan Presiden ini dapat mendorong kenaikan standar gizi bagi para praja.
“Dengan adanya Banpres ini akan mendorong kenaikan anggaran makan praja dengan harapan ketersediaan makanan yang bergizi akan menghasilkan calon-calon pamong praja yang lebih berkualitas,” ujarnya.
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, yang turut mendampingi kunjungan tersebut, mengapresiasi dukungan legislatif.
Ia menyatakan bahwa Kemendagri bersama Rektor IPDN tengah melakukan pembenahan internal yang mencakup sistem penerimaan calon praja (capra), kurikulum, hingga pola pembinaan.
“Pekerjaan rumah IPDN ke depan yakni melakukan pembenahan kurikulum yang relevan, rebranding kampus dengan dilaksanakannya perbaikan kultur akademik dan pembinaan, aktivasi alumni, dan menjaga semangat Bhinneka Nara Eka Bhakti,” jelas Bima Arya.
Senada dengan hal tersebut, Rektor IPDN Halilul Khairi menyambut baik rencana renovasi asrama serta pengadaan fasilitas dasar seperti tempat tidur dan lemari baru bagi praja. Namun, ia juga meminta dukungan Komisi II terkait kuota penerimaan praja tahun 2026.
Pihak IPDN telah mengajukan kuota sebanyak 1.410 praja kepada Menpan RB. Rektor menekankan pentingnya angka tersebut untuk menjaga efisiensi operasional kampus.
“Jika penerimaan IPDN di bawah 1.200 orang, ini akan mempengaruhi terhadap asrama yang kosong dan dosen yang tidak memiliki jam mengajar,” ungkapnya.
Kunjungan kerja ini juga menjadi ajang dialog strategis dengan para alumni IPDN yang kini menjabat sebagai kepala daerah dan pejabat eselon I, guna memastikan keberlangsungan institusi sebagai pencetak kader pimpinan pemerintahan di masa depan. (Z-1)
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abidin Fikri, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada penjelasan resmi dari Kerajaan Arab Saudi mengenai dugaan penundaan pelaksanaan ibadah haji.
Anggota Komisi VI DPR RI Nevi Zuairina mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas distribusi dan kepercayaan publik terkait ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional.
Anggota Komisi IX DPR RI Vita Ervina desak pemerintah gerak cepat cari 3 ABK WNI yang hilang di Selat Hormuz usai ledakan Musaffah 2 di tengah konflik Iran-Israel.
Kepanikan masyarakat tidak muncul begitu saja, melainkan dipicu oleh ketidakseimbangan informasi dan hilangnya kepercayaan publik terhadap jaminan pasokan negara.
Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengatakan Permenkomdigi 9/2026 merupakan langkah yang konkret Perlindungan anak di ruang digital.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved