Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
PLANET Mars selama ini dikenal sebagai planet kering dengan jejak air yang tersisa hanya dalam bentuk es di kutub dan mineral tertentu. Namun, temuan terbaru dari studi meteorit Mars kembali mengubah gambaran tersebut. Para ilmuwan menemukan bahwa kandungan air purba yang tersimpan di dalam meteorit asal Mars ternyata jauh lebih tinggi dibandingkan perkiraan awal.
Penelitian ini berfokus pada meteorit Mars terkenal bernama Black Beauty atau Northwest Africa 7034, batuan langka yang diyakini berasal dari kerak Mars purba. Dengan menggunakan teknologi pemindaian canggih, para peneliti menemukan bahwa air kuno Mars tersimpan lebih luas dan lebih kompleks di dalam batuan tersebut daripada yang sebelumnya dipahami.
Pemindaian Canggih Bongkar Rahasia Air Mars
Tim ilmuwan menggunakan teknik neutron computed tomography, metode pemindaian yang sangat sensitif terhadap unsur hidrogen. Karena air tersusun dari hidrogen dan oksigen, teknik ini memungkinkan peneliti melacak keberadaan air tanpa merusak sampel meteorit.
Hasilnya mengejutkan. Meteorit Black Beauty mengandung banyak fragmen mineral kaya hidrogen, terutama iron oxyhydroxide, yang terbentuk ketika air bereaksi dengan besi pada masa lalu. Air ini tidak hadir sebagai cairan atau es, tetapi terikat secara kimia di dalam struktur mineral. Temuan ini menunjukkan bahwa air Mars purba tidak hanya mengalir di permukaan, tetapi juga tersimpan di dalam kerak planet.
Kandungan Air Lebih Tinggi dari Estimasi Lama
Selama ini, kandungan air dalam meteorit Mars diperkirakan sangat kecil. Namun studi terbaru memperkirakan air dalam Black Beauty bisa mencapai sekitar 0,6 persen dari massa meteorit. Angka ini terdengar kecil, tetapi untuk standar meteorit Mars, jumlah tersebut tergolong besar dan signifikan.
Yang lebih penting, para ilmuwan menegaskan bahwa air ini merupakan air purba asli dari Mars, bukan air yang terserap setelah meteorit jatuh ke Bumi. Ini berarti batuan tersebut membawa rekaman langsung tentang kondisi lingkungan Mars miliaran tahun lalu.
Petunjuk Baru tentang Mars yang Pernah Basah
Temuan ini memperkuat bukti bahwa Mars purba pernah menjadi planet yang jauh lebih basah dibandingkan kondisi saat ini. Air kemungkinan tersebar luas di kerak Mars dan bertahan lebih lama dari yang selama ini diasumsikan. Hal ini sejalan dengan data yang dikumpulkan oleh misi penjelajah Mars, termasuk rover Perseverance, yang juga menemukan mineral-mineral terbentuk dari interaksi dengan air.
Bagi ilmuwan planet, hasil ini penting untuk memahami evolusi iklim Mars dan potensi planet tersebut dalam mendukung kehidupan di masa lalu. Jika air tersimpan luas di kerak Mars, maka lingkungan layak huni mungkin pernah ada dalam skala besar, bukan hanya di lokasi-lokasi tertentu. Sumber: Live Science (P-3)
Seorang pria menyimpan batu 17 kg selama 17 tahun yang dikiranya emas. Setelah diuji ilmuwan, ternyata meteorit kuno dari luar angkasa,
Selama proses membuka batu, Hole mencobanya dengan berbagai alat seperti gergaji batu, grinder sudut, bor, hingga merendamnya dalam air asam.
Rover Perseverance NASA menemukan batu logam kaya besi dan nikel yang diduga meteorit pertama dalam misinya di Mars.
Wahana antariksa ESA menangkap pola mirip barcode di lereng Mars. Penelitian baru menunjukkan fenomena ini bukan akibat tumbukan meteorit.
Ilmuwan Tiongkok temukan fragmen meteorit langka pada sampel Bulan dari misi Chang’e-6. Temuan ini bisa ungkap asal-usul air dan materi di Tata Surya.
SEBUAH penelitian terbaru mengungkap ada air di Mars yang ditunjukkan oleh butiran zirkon berusia 4,45 miliar tahun dari meteorit Mars.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved