Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAMA puluhan tahun, buku pelajaran dan pengetahuan populer membuat kita yakin bahwa Venus adalah planet terdekat dengan Bumi. Namun, sebuah penelitian ilmiah justru membongkar kesalahan besar tersebut. Faktanya, Merkurius-lah yang paling sering menjadi planet tetangga terdekat, bukan hanya bagi Bumi, tetapi hampir untuk seluruh planet di Tata Surya, bahkan Neptunus.
Penemuan ini berasal dari riset gabungan ilmuwan NASA, Los Alamos National Laboratory, dan US Army Engineer Research and Development Center. Menggunakan simulasi komputer selama 10.000 tahun, para peneliti menghitung jarak rata-rata antar delapan planet, bukan sekadar jarak terdekat sesaat.
Hasilnya mengejutkan: Merkurius lebih sering berada dekat dengan Bumi dibandingkan Venus atau Mars. Kesalahpahaman selama ini muncul karena cara lama menghitung jarak hanya berfokus pada momen tertentu ketika dua planet berada paling dekat. Padahal, dalam skala waktu panjang, posisi planet terus berubah.
Studi ini menggunakan pendekatan matematis bernama point-circle method (PCM), yang memperlakukan orbit planet sebagai lingkaran konsentris. Dari sini lahir konsep yang disebut “whirly-dirly corollary”: semakin kecil radius orbit sebuah planet, semakin kecil pula jarak rata-ratanya dengan planet lain.
Dengan radius orbit hanya 0,39 AU, Merkurius, planet terdalam dan tercepat, secara statistik “lebih sering lewat” dekat planet lain dibandingkan Venus (0,72 AU) atau Mars. Bahkan yang paling mencengangkan, Merkurius juga menjadi planet terdekat rata-rata bagi Neptunus, meskipun Neptunus berada di tepi Tata Surya.
Para peneliti menegaskan bahwa temuan ini tidak mengubah urutan planet atau jarak fisik sesungguhnya. Namun, penelitian ini menyoroti satu hal penting: cara kita mendefinisikan “planet terdekat” selama ini keliru secara matematis.
Artikel ini pertama kali terbit pada 2023 dan kembali viral setelah diperbarui pada Desember 2025. Banyak warganet terkejut mengetahui bahwa pemahaman mereka selama ini didasarkan pada asumsi sederhana, bukan perhitungan rata-rata jangka panjang.
Kesimpulannya jelas:
Penelitian terbaru menunjukkan inti Bumi menyimpan hidrogen dalam jumlah besar, yang bisa menjelaskan terbentuknya air dari dalam planet, bukan hanya dari komet.
Ilmuwan temukan lubang gravitasi di Antartika yang semakin kuat selama jutaan tahun, memicu pergeseran air laut dan memengaruhi stabilitas es kutub.
BUMI awal 2026 krusial, CIC tinggal 2,81% usai divestasi, free float 41,31% dongkrak likuiditas. Target 330-344, stop loss 250; volume kunci. Waspadai koreksi MSCI!!
Tanpa keseimbangan sempurna dari elemen-elemen ini, sebuah planet berbatu mungkin tampak layak huni di permukaannya, namun secara mendasar tidak akan mampu mendukung kehidupan biologis.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pangkas RKAB batu bara 2026 jadi 600 juta ton. Cek dampaknya ke harga saham emiten batu bara hari ini.
Bulan perlahan menjauh dari Bumi sekitar 3,8 cm per tahun. Fenomena ini membuat rotasi Bumi melambat dan panjang satu hari bertambah, meski perubahan terjadi sangat lambat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved