Headline

YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.

Ilmuwan Temukan Lorong Lava Raksasa di Bawah Permukaan Venus

Thalatie K Yani
10/2/2026 10:00
Ilmuwan Temukan Lorong Lava Raksasa di Bawah Permukaan Venus
venus(NASA)

PARA ilmuwan yang menganalisis data puluhan tahun dari misi Magellan milik NASA berhasil mengidentifikasi apa yang tampak sebagai terowongan bawah tanah luas hasil aktivitas vulkanik di Venus. Jika terkonfirmasi, struktur ini menjadi lava tube (lorong lava) kedua yang pernah dilaporkan di planet tersebut, menyusul penemuan serupa di Bulan dan Mars.

Temuan ini memperkuat bukti yang menantang pandangan lama bahwa Venus adalah planet yang "mati" secara geologis. Sebaliknya, planet kembaran Bumi ini disinyalir masih memiliki dinamika geologi yang aktif di bawah selubung awannya yang tebal.

Menembus Awan Tebal Venus

Karena Venus tertutup awan permanen yang menghalangi pandangan langsung, para peneliti mengandalkan citra radar untuk mempelajari geologinya. Antara tahun 1990 dan 1992, pengorbit Magellan milik NASA memetakan permukaan Venus menggunakan sistem radar khusus, menghasilkan arsip data raksasa yang masih terus diteliti hingga hari ini.

Lorenzo Bruzzone dari University of Trento, Italia, sekaligus penulis pendamping studi ini, menjelaskan signifikansi temuan tersebut.

"Pengetahuan kita tentang Venus masih terbatas, dan hingga kini kita belum pernah berkesempatan mengamati langsung proses yang terjadi di bawah permukaan planet kembaran Bumi ini," ujar Bruzzone dalam pernyataan resminya.

Ia menambahkan identifikasi rongga vulkanik ini sangat penting karena memvalidasi teori yang selama bertahun-tahun hanya menjadi hipotesis.

Jejak di Lereng Nyx Mons

Tim peneliti fokus pada fenomena reruntuhan permukaan lokal yang menciptakan lubang mirip jendela (skylight), yang biasanya mengekspos rongga bawah tanah. Salah satu fitur unik ditemukan di sisi barat Nyx Mons, salah satu gunung api besar di Venus.

Data radar menunjukkan pola khas yang sangat cocok dengan tanda-tanda atap lorong lava yang runtuh. Analisis medan menunjukkan bahwa lorong ini bisa membentang hingga puluhan kilometer di bawah tanah, meski saat ini baru sebagian kecil struktur yang dapat dikonfirmasi.

Masa Depan Eksplorasi

Misteri ukuran penuh, bentuk, dan stabilitas lorong ini diharapkan segera terjawab. Gelombang misi mendatang ke Venus akan membawa instrumen radar yang jauh lebih canggih. Salah satunya adalah misi EnVision dari Badan Antariksa Eropa (ESA).

Misi tersebut akan membawa instrumen Subsurface Radar Sounder (SRS) yang mampu menembus permukaan planet hingga kedalaman ratusan meter. "Instrumen ini mampu menyelidiki bawah permukaan Venus dan berpotensi mendeteksi lorong-lorong bahkan tanpa adanya lubang di permukaan," kata Bruzzone.

Penelitian mendetail mengenai temuan ini telah diterbitkan pada 9 Februari di jurnal Nature Communications. Penemuan ini menandai awal dari fase baru dalam memahami evolusi geologi planet tetangga kita tersebut. (Space/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya