Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJAK diluncurkan tahun 1990, Teleskop Luar Angkasa Hubble diperkirakan telah menangkap sekitar 1,7 juta gambar. Namun, volume data yang sangat masif ini menyisakan tantangan besar: hampir mustahil bagi mata manusia untuk memeriksa setiap jengkal foto tersebut secara mendalam.
Menjawab tantangan ini, pasangan peneliti dari Badan Antariksa Eropa (ESA) membangun model kecerdasan buatan (AI) bernama AnomalyMatch. Dalam waktu kurang dari tiga hari, AI ini berhasil menyisir hampir 100 juta potongan gambar dan menemukan 1.300 anomali atau objek dengan penampakan ganjil. Menariknya, ratusan dari objek tersebut belum pernah didokumentasikan sebelumnya.
"Ini adalah demonstrasi kuat tentang bagaimana AI dapat meningkatkan nilai ilmiah dari dataset arsip," ujar Pablo Gómez, salah satu peneliti ESA yang membangun model tersebut.
Objek-objek baru yang ditemukan ini sering kali sulit diklasifikasikan. NASA menjelaskan bahwa sebagian besar menunjukkan galaksi jauh yang sedang bergabung atau berinteraksi secara aneh.
Ilmuwan secara spesifik menyoroti beberapa bentuk unik, antara lain:
Piringan pembentuk planet di galaksi kita sendiri yang tampak dari samping menyerupai hamburger.
Gambar yang dikumpulkan Hubble mewakili volume data observasi terbesar dalam sejarah astronomi. Namun, keterbatasan waktu manusia menjadi hambatan utama. Penggunaan AnomalyMatch terbukti sangat efisien karena mampu memproses jutaan data dalam waktu singkat menggunakan pengenalan pola yang meniru cara otak manusia memproses informasi visual.
Proyek ini dianggap sebagai kemajuan signifikan karena merupakan pencarian sistematis pertama untuk anomali astrofisika yang dilakukan pada seluruh Hubble Legacy Archive yang mencakup observasi selama 35 tahun.
"Observasi arsip dari Teleskop Luar Angkasa Hubble sekarang membentang ke belakang hingga 35 tahun, menyediakan harta karun data di mana anomali astrofisika mungkin ditemukan," kata David O'Ryan, penulis utama laporan penelitian tersebut.
Pablo Gómez menambahkan penemuan begitu banyak anomali yang sebelumnya tidak terdokumentasi ini mempertegas potensi AI sebagai alat survei masa depan. Hasil penelitian mendalam mengenai AnomalyMatch ini telah diterbitkan dalam jurnal Astronomy and Astrophysics pada Desember 2025. (Space/Z-2)
Kehadiran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari aktivitas mahasiswa
Startup India Sarvam AI mengejutkan dunia dengan Sarvam Vision dan Bulbul, model AI lokal yang mengungguli Google Gemini dan DeepSeek dalam OCR dan suara.
Sidang perdana kasus kecanduan media sosial dimulai di California. Meta dan YouTube dituduh sengaja merancang platform yang merusak otak anak.
Alphabet (Google) berencana menghimpun dana melalui obligasi untuk mendanai infrastruktur AI.
Sedang viral! Tren Caricature of Me and My Job bikin karikatur profesi pakai ChatGPT. Ini cara mudah dan prompt yang dipakai.
Penulis KBM App manfaatkan teknologi AI sebagai asisten pribadi di Korea Selatan, mulai dari deteksi kandungan halal hingga terjemahan bahasa Hangeul secara real-time.
Satelit Copernicus Sentinel-2 menangkap pemandangan indah pegunungan Alpen dan lokasi venue Olimpiade Milano-Cortina 2026 dari ruang angkasa.
Peneliti berhasil mengidentifikasi struktur mirip terowongan vulkanik di bawah permukaan Venus melalui data radar NASA. Apakah planet ini masih aktif secara geologi?
Tim riset Eropa kembangkan sistem tiga robot otonom untuk memetakan terowongan lava di Bulan dan Mars sebagai perlindungan alami bagi penjelajah manusia.
Astronom berhasil mengungkap pemicu ledakan dahsyat di Matahari melalui misi Solar Orbiter. Ternyata, solar flare dipicu oleh rangkaian gangguan magnetik kecil.
Astronom memprediksi hujan meteor dahsyat di Venus pada Juli mendatang. Berasal dari pecahan asteroid misterius, mungkinkah terlihat dari Bumi?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved