Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

AI Temukan 1.300 Objek Aneh di Arsip Foto Hubble dalam 3 Hari

Thalatie K Yani
03/2/2026 08:00
AI Temukan 1.300 Objek Aneh di Arsip Foto Hubble dalam 3 Hari
Ilmuwan gunakan AI 'AnomalyMatch' untuk menyisir 1.7 juta foto teleskop Hubble. Hasilnya, ditemukan ribuan anomali galaksi unik mirip ubur-ubur hingga hamburger.(ESA/Hubble & NASA)

SEJAK diluncurkan tahun 1990, Teleskop Luar Angkasa Hubble diperkirakan telah menangkap sekitar 1,7 juta gambar. Namun, volume data yang sangat masif ini menyisakan tantangan besar: hampir mustahil bagi mata manusia untuk memeriksa setiap jengkal foto tersebut secara mendalam.

Menjawab tantangan ini, pasangan peneliti dari Badan Antariksa Eropa (ESA) membangun model kecerdasan buatan (AI) bernama AnomalyMatch. Dalam waktu kurang dari tiga hari, AI ini berhasil menyisir hampir 100 juta potongan gambar dan menemukan 1.300 anomali atau objek dengan penampakan ganjil. Menariknya, ratusan dari objek tersebut belum pernah didokumentasikan sebelumnya.

"Ini adalah demonstrasi kuat tentang bagaimana AI dapat meningkatkan nilai ilmiah dari dataset arsip," ujar Pablo Gómez, salah satu peneliti ESA yang membangun model tersebut.

Dari Galaksi 'Ubur-ubur' hingga 'Hamburger'

Objek-objek baru yang ditemukan ini sering kali sulit diklasifikasikan. NASA menjelaskan bahwa sebagian besar menunjukkan galaksi jauh yang sedang bergabung atau berinteraksi secara aneh.

Ilmuwan secara spesifik menyoroti beberapa bentuk unik, antara lain:

  • Galaksi dengan gumpalan besar tempat pembentukan bintang.
  • Galaksi mirip ubur-ubur dengan "tentakel" gas yang menjuntai.

Piringan pembentuk planet di galaksi kita sendiri yang tampak dari samping menyerupai hamburger.

Terobosan Kecepatan Analisis

Gambar yang dikumpulkan Hubble mewakili volume data observasi terbesar dalam sejarah astronomi. Namun, keterbatasan waktu manusia menjadi hambatan utama. Penggunaan AnomalyMatch terbukti sangat efisien karena mampu memproses jutaan data dalam waktu singkat menggunakan pengenalan pola yang meniru cara otak manusia memproses informasi visual.

Proyek ini dianggap sebagai kemajuan signifikan karena merupakan pencarian sistematis pertama untuk anomali astrofisika yang dilakukan pada seluruh Hubble Legacy Archive yang mencakup observasi selama 35 tahun.

"Observasi arsip dari Teleskop Luar Angkasa Hubble sekarang membentang ke belakang hingga 35 tahun, menyediakan harta karun data di mana anomali astrofisika mungkin ditemukan," kata David O'Ryan, penulis utama laporan penelitian tersebut.

Pablo Gómez menambahkan penemuan begitu banyak anomali yang sebelumnya tidak terdokumentasi ini mempertegas potensi AI sebagai alat survei masa depan. Hasil penelitian mendalam mengenai AnomalyMatch ini telah diterbitkan dalam jurnal Astronomy and Astrophysics pada Desember 2025. (Space/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya