Headline

Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.

AI Bantu Deteksi Dini Kanker Paru

Atalya Puspa    
26/2/2026 11:54
AI Bantu Deteksi Dini Kanker Paru
Ilustrasi.(freepik)

PEMANFAATAN teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) atau AI dinilai mampu mendukung tenaga medis dalam mengidentifikasi kanker paru sejak tahap awal, terutama melalui pendeteksian nodul atau benjolan kecil di paru-paru yang berpotensi berkembang menjadi ganas.

“Dalam pemeriksaan foto toraks, sistem berbasis AI dapat membantu menandai area yang dicurigai sebagai nodul paru yang memerlukan evaluasi lanjutan melalui pemeriksaan CT scan untuk karakterisasi yang lebih detail," ujar Dokter Spesialis Radiologi dr. Dewi Tantra Hardiyanto dilansir dari Antara. 

Ia menjelaskan, penggunaan AI dalam pemeriksaan rontgen dada memungkinkan proses identifikasi area mencurigakan menjadi lebih cepat, sehingga pasien dapat segera dirujuk untuk menjalani pemeriksaan lanjutan yang lebih akurat.

Dewi menyampaikan bahwa teknologi AI dapat membantu menandai bagian paru-paru yang diduga sebagai nodul sebelum dilakukan analisis lebih lanjut menggunakan CT scan.

Namun demikian, ia menekankan bahwa tidak semua nodul paru mengarah pada kanker. Beberapa di antaranya bersifat jinak dan tidak membutuhkan penanganan intensif. Penilaian terhadap bentuk, ukuran nodul, serta faktor risiko pasien tetap menjadi dasar dalam menentukan tingkat kecurigaan, dengan keputusan akhir berada pada dokter.

Sementara itu, Dokter Subspesialis Onkologi Toraks dr. Sita Laksmi Andarini, Ph.D., Sp.P(K) menyebutkan bahwa pemanfaatan AI dalam proses skrining dapat meningkatkan efisiensi deteksi kanker paru, khususnya dalam mengenali nodul yang berpotensi ganas sejak dini.

“Dalam hal ini, proses skrining penyakit paru khususnya kanker paru dengan bantuan teknologi AI dapat membantu dokter melakukan deteksi secara lebih efisien,” kata dokter yang tergabung dalam Perhimpunan Onkologi Indonesia DKI Jakarta itu.

Berdasarkan data GLOBOCAN 2020, kanker paru berada di posisi ketiga sebagai jenis kanker dengan jumlah kasus baru terbanyak di Indonesia. Banyak pasien baru terdiagnosis setelah memasuki stadium lanjut karena gejala awal penyakit ini sering kali tidak khas atau menyerupai gangguan pernapasan ringan. Dengan adanya pemanfaatan AI untuk deteksi kanker paru, diharapkan kasus dapat ditemukan lebih awal. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya