Headline

Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.

Dari CCTV Aktor Intelektual Kasus Air Keras Andrie Yunus Bisa Cepat Diidentifikasi 

Devi Harahap
17/3/2026 12:35
Dari CCTV Aktor Intelektual Kasus Air Keras Andrie Yunus Bisa Cepat Diidentifikasi 
Wakil Ketua Bidang Advokasi dan Jaringan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Arif Maulana (kanan), Kepala Divisi Hukum Kontras Andrie Yunus (tengah), Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang Indira Suryani memberikan keterangan pers perkemb(MI/Usman Iskandar.)

GURU Besar Kriminolog Universitas Indonesia (UU), Josias Simon menilai dengan kamera CCTV di Jakarta pelaku kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Kontras Andrie Yunus seharusnya bisa diidentifikasi dalam waktu singkat. Sebelumnya beredar wajah pelaku yang dibuat dengan kecerdasan buatan atau AI di media sosial.

“Jakarta merupakan kota dengan sistem pengawasan yang cukup baik, salah satunya melalui jaringan CCTV yang terpasang di berbagai titik utama. Secara ideal, dalam waktu relatif singkat pelaku seharusnya sudah dapat diidentifikasi,” ujar Josias kepada Media Indonesia, Selasa (17/3).

Namun, ia mengingatkan bahwa proses pengungkapan tidak hanya berhenti pada pelaku lapangan, melainkan juga harus menelusuri kemungkinan adanya aktor intelektual di balik serangan tersebut.

“Jika penyelidikan ingin mengungkap hingga aktor intelektual di balik penyiraman air keras, tentu dibutuhkan waktu tambahan. Meski demikian, proses tersebut tidak boleh berlarut-larut,” katanya.

Josias juga menyoroti munculnya spekulasi publik yang mengaitkan kasus ini dengan aktivitas korban, termasuk konten podcast yang dibuatnya.

“Proses ini tidak boleh terlalu lama, apalagi di tengah spekulasi publik yang mulai mengaitkan kasus ini dengan konten podcast yang dibuat korban,” ujarnya.

Dari pola kejadian, menurut Josias, pelaku diduga telah merencanakan aksi tersebut secara matang.

“Pelaku tampak telah mempersiapkan aksinya secara matang, mulai dari pemilihan lokasi, metode penyerangan, hingga bahan air keras yang digunakan. Pelaku juga diduga telah mengamati rutinitas korban dan menunggu momen yang tepat,” jelasnya.

Ia menambahkan, dengan dukungan teknologi yang ada saat ini, proses identifikasi pelaku seharusnya dapat dilakukan secara lebih cepat melalui pendekatan ilmiah.

“Dengan teknologi saat ini, identifikasi pelaku secara saintifik seharusnya bisa lebih cepat. Namun, dalam praktik di lapangan, proses tersebut kerap menghadapi berbagai kendala,” kata Josias.

Atas dasar itu, ia menekankan pentingnya pembelajaran dari penanganan kasus serupa sebelumnya agar pengungkapan kasus dapat lebih efektif.

“Penting bagi aparat untuk menganalisis kasus ini dengan berkaca pada pola dan penanganan kasus-kasus sebelumnya agar proses pengungkapan bisa lebih efektif,” pungkasnya. (H-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya