Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Andrie Yunus Kontras Disiram Air Keras, Pertolongan Pertama dan Bahayanya bagi Kulit

Media Indonesia
13/3/2026 20:31
Andrie Yunus Kontras Disiram Air Keras, Pertolongan Pertama dan Bahayanya bagi Kulit
Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus (tengah)(Antara Foto)

Aktivis HAM dan Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus disiram air keras oleh orang tak dikenal. Paparan air keras pada jaringan kulit merupakan kondisi gawat darurat medis yang dapat menyebabkan kerusakan permanen dalam hitungan detik. Air keras, yang secara teknis dikenal sebagai larutan asam atau basa kuat yang pekat, memiliki sifat korosif yang mampu menghancurkan jaringan organik manusia.

Apa Itu Air Keras dan Mengapa Berbahaya?

Air keras merupakan istilah umum untuk larutan kimia dengan tingkat keasaman (pH) yang sangat rendah (asam kuat) atau sangat tinggi (basa kuat). Zat-zat ini bekerja dengan cara menarik air dari jaringan kulit (dehidrasi hebat) dan menghancurkan protein sel, yang mengakibatkan luka bakar kimia (chemical burns).

Beberapa jenis yang paling umum ditemukan :

  • Asam Sulfat (H2SO4): Umumnya ditemukan pada air aki kendaraan.
  • Asam Klorida (HCl): Digunakan sebagai pembersih porselen atau logam.
  • Asam Nitrat (HNO3): Digunakan dalam industri logam mulia.

Tingkatan Luka Bakar Kimia

Berdasarkan tingkat kerusakannya, tim medis biasanya mengkategorikan luka menjadi tiga tingkatan:

Tingkat (Grade) Karakteristik Luka
Grade I Kulit kemerahan, nyeri tekan, dan sedikit bengkak.
Grade II Kulit melepuh, nyeri hebat, dan muncul gelembung cairan.
Grade III Kerusakan hingga saraf/tulang, kulit tampak hitam atau putih pucat.

Pertolongan Pertama: "The Golden Time"

Tindakan dalam beberapa menit pertama sangat menentukan tingkat keparahan cacat permanen. Lakukan langkah berikut segera:

1. Irigasi Air Mengalir

Segera basuh area yang terpapar dengan air bersih mengalir selama 20 hingga 60 menit. Air mengalir membantu mengencerkan konsentrasi kimia dan mendinginkan jaringan kulit yang terbakar.

2. Lepaskan Benda Terkontaminasi

Segera tanggalkan pakaian, perhiasan, atau jam tangan yang terkena cairan. Jika pakaian melekat pada luka, gunting bagian sekitarnya dan jangan ditarik paksa.

3. Lindungi Area Sensitif

Jika mengenai mata, siram dengan air mengalir secara perlahan. Pastikan posisi kepala miring agar air bilasan tidak mengenai mata yang sehat atau area tubuh lainnya.

PENTING: Jangan mencoba menetralkan air keras dengan zat lain (seperti menyiram air sabun pada luka asam). Reaksi kimia netralisasi dapat menghasilkan panas tambahan yang memperparah luka bakar.

Hal-hal yang Dilarang

  • Jangan mengoleskan pasta gigi, mentega, atau kecap pada luka.
  • Jangan menggunakan es batu secara langsung pada jaringan yang rusak.
  • Jangan memecahkan gelembung luka yang muncul.

Paparan air keras adalah kondisi darurat yang memerlukan penanganan medis segera setelah pertolongan pertama dilakukan. Kecepatan dalam melakukan irigasi dengan air mengalir adalah kunci untuk meminimalkan kerusakan jaringan kulit yang lebih dalam. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya