Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PADA Maret 2026, Andrie Yunus disiram air keras. Ia merupakan salah satu tokoh muda paling vokal di Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). Insiden penyiraman air keras ini tidak hanya melukai fisik seorang pembela HAM, tetapi juga dianggap sebagai serangan langsung terhadap demokrasi dan kebebasan berpendapat di tanah air.
Andrie Yunus menjabat sebagai Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS. Ia merupakan lulusan Sekolah Tinggi Hukum Indonesia (STHI) Jentera, sebuah institusi yang dikenal mencetak pemikir hukum progresif. Sebelum mengabdikan diri di KontraS, Andrie mengasah kemampuan litigasi dan pembelaan publiknya di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta.
Di KontraS, Andrie dikenal karena ketajamannya dalam menganalisis isu-isu sensitif, antara lain:
Serangan terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026, sekitar pukul 23.37 WIB. Berikut adalah poin-poin kronologinya:
Kasus Andrie Yunus menambah daftar panjang kekerasan terhadap pembela HAM di Indonesia. Para pengamat melihat adanya pola "Impunitas yang Berulang". Serangan ini terjadi hanya beberapa hari setelah Andrie menerima berbagai intimidasi melalui pesan singkat dan panggilan telepon dari nomor tidak dikenal.
Ketiadaan penangkapan terhadap pelaku dalam waktu cepat seringkali menimbulkan persepsi publik bahwa ada kekuatan besar di balik serangan-serangan semacam ini. Hal ini mengingatkan publik pada kasus Novel Baswedan, di mana penggunaan air keras menjadi instrumen teror untuk menghentikan langkah seseorang dalam membongkar ketidakadilan.
Pasca kejadian, gelombang solidaritas mengalir dari berbagai organisasi masyarakat sipil seperti Amnesty International Indonesia, YLBHI, dan berbagai aliansi mahasiswa. Mereka mendesak Kepolisian RI (Polri) untuk mengusut tuntas kasus ini secara transparan dan profesional, menggunakan metode scientific crime investigation.
Andrie Yunus menjabat sebagai Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS yang menangani hubungan antarlembaga dan kampanye publik.
Insiden terjadi di Jalan Salemba I, dekat Jembatan Talang, Jakarta Pusat.
Isu utama yang dikawalnya adalah penolakan terhadap remiliterisasi melalui revisi UU TNI dan investigasi kekerasan aparat pada aksi Agustus 2025. (H-4)
KontraS mendesak pengungkapan pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.
Tragedi penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus (KontraS) mengungkap celah perlindungan aktivis di Indonesia. Simak analisis hukum dan kronologinya.
Berkaca dari kasus Andrie Yunus, berikut panduan lengkap langkah darurat pertolongan pertama saat terkena air keras. Pelajari cara membilas luka, melepas pakaian, dan tindakan medis krusial.
WAKIL Menteri Hak Asasi Manusia atau Wakil Menteri HAM Mugiyanto mengecam keras penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus
KOMISI Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengecam keras aksi penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras, Andrie Yunus, di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved