Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Pertolongan Pertama Terkena Air Keras, Berkaca dari Kasus Andrie Yunus

mediaindonesia.com
13/3/2026 15:44
Pertolongan Pertama Terkena Air Keras, Berkaca dari Kasus Andrie Yunus
Ilustrasi(Antara)

Pertolongan Pertama Terkena Air Keras: Berkaca dari Kasus Andrie Yunus

Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, dikabarkan menjadi korban kejahatan setelah orang tidak dikenal menyiramkan air keras. Paparan air keras seperti asam sulfat (H2SO4) atau asam klorida (HCl) merupakan kondisi gawat darurat yang dapat menyebabkan luka bakar kimia permanen dalam hitungan detik. Penanganan yang tepat dalam menit-menit awal sangat menentukan tingkat kesembuhan korban.

Langkah Darurat Saat Terkena Air Keras

1. Irigasi Air Mengalir Segera

Langkah paling krusial adalah membilas area yang terpapar dengan air mengalir sebanyak-banyaknya selama 20 hingga 60 menit. Gunakan air bersih bersuhu normal. Jangan menggunakan air yang menggenang karena zat korosif akan tetap menempel pada jaringan.

2. Lepaskan Pakaian dan Perhiasan

Segera tanggalkan pakaian, sepatu, atau perhiasan yang terkena cairan kimia. Jika pakaian menempel pada luka, gunting bagian di sekitarnya namun jangan menarik paksa bagian yang sudah melekat pada kulit.

3. Lindungi Mata

Jika air keras mengenai mata, siram dengan air mengalir secara perlahan. Posisikan kepala miring ke arah mata yang terkena agar air bilasan tidak mengalir ke mata yang sehat. Jangan menggosok mata.

PENTING: Jangan mencoba menetralkan air keras dengan zat lain (seperti menyiram cairan basa ke luka asam). Reaksi netralisasi menghasilkan panas (eksotermik) yang dapat menyebabkan luka bakar termal tambahan pada jaringan.

Hal yang Dilarang (Kontraindikasi)

  • Jangan mengoleskan pasta gigi atau mentega: Ini akan menghambat pembersihan luka oleh dokter dan meningkatkan risiko infeksi.
  • Jangan gunakan es batu: Suhu dingin ekstrem dapat menyebabkan kerusakan jaringan lebih lanjut (frostbite).
  • Jangan memicu muntah jika tertelan: Segera berikan air putih atau susu jika korban sadar, dan langsung bawa ke rumah sakit.

Kapan Harus Menghubungi Medis?

Semua kasus paparan air keras harus mendapatkan evaluasi medis profesional. Segera ke IGD jika:

  • Luka bakar memiliki diameter lebih dari 5 cm.
  • Mengenai area wajah, mata, tangan, kaki, atau alat kelamin.
  • Korban menunjukkan tanda-tanda syok (pucat, napas dangkal, pingsan).
  • Nyeri tidak berkurang setelah pembilasan lama.
Kondisi Tindakan Utama
Terkena Kulit Bilas air mengalir 20-30 menit, lepas pakaian.
Terkena Mata Bilas air mengalir perlahan 15-20 menit, jangan dikucek.
Tertelan Jangan dipicu muntah, segera ke IGD.

Disclaimer: Informasi ini bertujuan sebagai panduan edukasi dan tidak menggantikan saran medis profesional. Segera hubungi nomor darurat atau bawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya