Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Polisi Harus Segera Ungkap Dalang Penyiraman Air Keras Wakil Koordinator KontraS

Rahmatul Fajri
13/3/2026 15:12
Polisi Harus Segera Ungkap Dalang Penyiraman Air Keras Wakil Koordinator KontraS
Anggota Kompolnas Choirul Anam.(Dok. Antara)

KOMISI Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengecam keras aksi penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras, Andrie Yunus, di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026). Anggota Kompolnas Choirul Anam menegaskan bahwa serangan terhadap aktivis HAM bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan ancaman serius terhadap proses demokrasi di Indonesia.

Anam menilai, apa yang menimpa Andrie Yunus merupakan upaya pemberian pesan teror terhadap kerja-kerja kemanusiaan yang dilindungi oleh konstitusi.

"Pertama-tama memang tindakan kekerasan terhadap aktivis KontraS adalah ancaman serius terhadap proses demokrasi. Ya, ini tidak semata-mata kekerasan biasa, tapi ini kekerasan yang, apa namanya, memberikan pesan, apa, kondisi demokrasi kita," ujar Anam melalui keterangannya, Jumat (13/3/2026).

Anam mendorong jajaran kepolisian untuk bekerja maksimal dan cepat dalam mengungkap dalang serta motif di balik serangan tersebut. Anam menekankan pentingnya transparansi dalam proses penyelidikan agar kepercayaan publik, khususnya komunitas pejuang HAM, tetap terjaga.

"Kami mendorong kepolisian maksimal untuk mengungkap peristiwa ini secara transparan dan akuntabel. Transparansi ini penting, khususnya bagi rekan-rekan KontraS dan para pekerja hak asasi manusia lainnya," tegasnya.

Lebih lanjut, mantan Komisioner Komnas HAM ini menyatakan bahwa kepolisian memegang peran krusial untuk menunjukkan kehadiran negara dalam melindungi warganya. Penuntasan kasus ini akan menjadi indikator sejauh mana negara mampu menjamin keamanan bagi para pegiat demokrasi.

"Negara tidak boleh kalah dalam menghadapi aksi kekerasan. Kerja kepolisian dalam melawan kekerasan ini menunjukkan bahwa negara hadir dan tidak kalah oleh tindakan-tindakan seperti ini," imbuh Anam. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya