Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
KOORDINATOR Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Dimas Bagus Arya mendesak polisi mengusut pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus.
Serangan yang dilakukan oleh orang tidak dikenal (OTK) tersebut dinilai sebagai bentuk ancaman serius terhadap pembela hak asasi manusia di Indonesia.
Dimas menjelaskan, peristiwa itu terjadi sesaat setelah Andrie Yunus selesai melakukan perekaman siniar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Podcast tersebut mengangkat tema “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” dan selesai sekitar pukul 23.00 WIB.
“Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, telah mengalami serangan penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal yang mengakibatkan luka serius di sekujur tubuhnya,” kata Dimas dalam keterangannya.
Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh, terutama pada tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta area mata. Setelah kejadian, Andrie langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
“Dari hasil pemeriksaan medis, Andrie Yunus mengalami luka bakar sekitar 24 persen,” ujarnya.
KontraS menilai tindakan penyiraman air keras tersebut merupakan bentuk upaya membungkam suara kritis masyarakat sipil, khususnya para pembela hak asasi manusia.
“Kami menilai tindakan ini merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat, khususnya pembela HAM,” kata Dimas.
Ia menambahkan bahwa perlindungan terhadap pembela HAM telah dijamin dalam berbagai regulasi, antara lain Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, Pasal 66 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta Peraturan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Nomor 5 Tahun 2015 tentang Prosedur Perlindungan terhadap Pembela HAM.
KontraS pun meminta aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus tersebut, termasuk mengungkap pelaku dan motif di balik serangan yang berpotensi mengancam nyawa korban.
“Peristiwa ini harus segera mendapat perhatian luas dari berbagai pihak, termasuk aparat penegak hukum dan masyarakat sipil, mengingat penyiraman air keras dapat menyebabkan luka fatal bahkan berujung kematian,” ujar Dimas. (H-4)
POLDA Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Pusat tengah menyelidiki kasus dugaan penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus
AKTIVIS sekaligus Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus disiram air keras oleh dua orang tak dikenal di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (12/3) malam. Berikut kronologinya
POLDA Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Pusat tengah menyelidiki kasus dugaan penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus
AKTIVIS sekaligus Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus disiram air keras oleh dua orang tak dikenal di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (12/3) malam. Berikut kronologinya
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved