Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Andrie Yunus Jadi Korban Penyiraman Air Keras di Salemba, Polisi Buru Pelaku

Rahmatul Fajri
13/3/2026 14:42
Andrie Yunus Jadi Korban Penyiraman Air Keras di Salemba, Polisi Buru Pelaku
Wakil Ketua Bidang Advokasi dan Jaringan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Arif Maulana (kanan), Kepala Divisi Hukum Kontras Andrie Yunus (tengah), Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang Indira Suryani memberikan keterangan pers(MI/Usman Iskandar.)

POLDA Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Pusat tengah menyelidiki kasus dugaan penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus, 27. Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Jalan Salemba I, Senen, Jakarta Pusat, pada Jumat (13/3).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto menyatakan pihak kepolisian sedang melakukan pendalaman intensif untuk mengungkap motif serta identitas pelaku.

“Kami membenarkan adanya peristiwa dugaan penyiraman cairan berbahaya terhadap seorang korban di kawasan Salemba. Saat ini kepolisian sedang melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mengungkap pelaku serta motif di balik kejadian tersebut,” ujar Budi melalui keterangannya, Jumat (13/3).

Budi menjelaskan peristiwa bermula saat korban tengah mengendarai sepeda motor di lokasi kejadian. Secara tiba-tiba, orang tidak dikenal (OTK) datang dari arah depan dan langsung menyiramkan cairan berbahaya ke arah korban. Serangan tersebut menyebabkan korban terjatuh dari motornya.

Dalam kondisi terluka, korban sempat menghubungi rekannya, RFA, 30, untuk meminta bantuan. Korban kemudian segera dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) guna mendapatkan pertolongan darurat.

Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar serius di sejumlah bagian tubuh, meliputi tangan kanan dan kiri, area muka, dada, serta mata bagian kanan. Hingga berita ini diturunkan, korban masih menjalani perawatan intensif di RSCM.

Budi menegaskan kepolisian memberikan perhatian serius terhadap kasus yang menimpa aktivis kemanusiaan ini. Ia memastikan proses hukum akan dilakukan secara profesional.

“Kami mengutamakan keselamatan korban serta akan menindaklanjuti setiap informasi dan alat bukti yang ada. Kami juga mengimbau kepada masyarakat yang mengetahui peristiwa ini atau memiliki informasi terkait agar segera melapor kepada pihak kepolisian terdekat,” tegasnya.

Sebelumnya, Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. Serangan yang dilakukan oleh orang tidak dikenal (OTK) tersebut dinilai sebagai bentuk ancaman serius terhadap pembela hak asasi manusia di Indonesia. 

Dimas menjelaskan, peristiwa itu terjadi sesaat setelah Andrie Yunus selesai melakukan perekaman siniar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Podcast tersebut mengangkat tema Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia dan selesai sekitar pukul 23.00 WIB. 

“Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, telah mengalami serangan penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal yang mengakibatkan luka serius di sekujur tubuhnya,” kata Dimas dalam keterangannya. 

Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh, terutama pada tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta area mata. Setelah kejadian, Andrie langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. “Dari hasil pemeriksaan medis, Andrie Yunus mengalami luka bakar sekitar 24 persen,” ujarnya. 

KontraS menilai tindakan penyiraman air keras tersebut merupakan bentuk upaya membungkam suara kritis masyarakat sipil, khususnya para pembela hak asasi manusia. “Kami menilai tindakan ini merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat, khususnya pembela HAM,” kata Dimas.  (H-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya