Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
POLDA Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Pusat tengah menyelidiki kasus dugaan penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus, 27. Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Jalan Salemba I, Senen, Jakarta Pusat, pada Jumat (13/3).
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto menyatakan pihak kepolisian sedang melakukan pendalaman intensif untuk mengungkap motif serta identitas pelaku.
“Kami membenarkan adanya peristiwa dugaan penyiraman cairan berbahaya terhadap seorang korban di kawasan Salemba. Saat ini kepolisian sedang melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mengungkap pelaku serta motif di balik kejadian tersebut,” ujar Budi melalui keterangannya, Jumat (13/3).
Budi menjelaskan peristiwa bermula saat korban tengah mengendarai sepeda motor di lokasi kejadian. Secara tiba-tiba, orang tidak dikenal (OTK) datang dari arah depan dan langsung menyiramkan cairan berbahaya ke arah korban. Serangan tersebut menyebabkan korban terjatuh dari motornya.
Dalam kondisi terluka, korban sempat menghubungi rekannya, RFA, 30, untuk meminta bantuan. Korban kemudian segera dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) guna mendapatkan pertolongan darurat.
Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar serius di sejumlah bagian tubuh, meliputi tangan kanan dan kiri, area muka, dada, serta mata bagian kanan. Hingga berita ini diturunkan, korban masih menjalani perawatan intensif di RSCM.
Budi menegaskan kepolisian memberikan perhatian serius terhadap kasus yang menimpa aktivis kemanusiaan ini. Ia memastikan proses hukum akan dilakukan secara profesional.
“Kami mengutamakan keselamatan korban serta akan menindaklanjuti setiap informasi dan alat bukti yang ada. Kami juga mengimbau kepada masyarakat yang mengetahui peristiwa ini atau memiliki informasi terkait agar segera melapor kepada pihak kepolisian terdekat,” tegasnya.
Sebelumnya, Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. Serangan yang dilakukan oleh orang tidak dikenal (OTK) tersebut dinilai sebagai bentuk ancaman serius terhadap pembela hak asasi manusia di Indonesia.
Dimas menjelaskan, peristiwa itu terjadi sesaat setelah Andrie Yunus selesai melakukan perekaman siniar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Podcast tersebut mengangkat tema Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia dan selesai sekitar pukul 23.00 WIB.
“Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, telah mengalami serangan penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal yang mengakibatkan luka serius di sekujur tubuhnya,” kata Dimas dalam keterangannya.
Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh, terutama pada tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta area mata. Setelah kejadian, Andrie langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. “Dari hasil pemeriksaan medis, Andrie Yunus mengalami luka bakar sekitar 24 persen,” ujarnya.
KontraS menilai tindakan penyiraman air keras tersebut merupakan bentuk upaya membungkam suara kritis masyarakat sipil, khususnya para pembela hak asasi manusia. “Kami menilai tindakan ini merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat, khususnya pembela HAM,” kata Dimas. (H-4)
Para peserta aksi menuntut pelaku upaya pembunuhan berencana terhadap Andrie Yunus diadili di Peradilan Umum.
PRAKTISI hukum, Fransiscus Xaverius Tangkudung mengatakan, publik harus menghormati proses hukum militer terhadap terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.
Pemerintah kawal pemulihan aktivis Andrie Yunus korban air keras. Perawatan intensif, operasi mata, dan biaya ditanggung penuh hingga rehabilitasi.
Komnas HAM lakukan asesmen khusus terhadap 12 saksi dan aktivis pengawal kasus Andrie Yunus (KontraS) yang mendapat ancaman digital. Simak detail perlindungan dan polanya di sini.
WAKIL Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menyebut pelimpahan kasus penyiraman air keras aktivis KontraS Andrie Yunus ke Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI sudah sesuai aturan.
POLDA Metro Jaya resmi melimpahkan kasus penyiraman air keras aktivis Kontras Andrie Yunus kepada TNI.
Tantangan penegakan hukum sering kali bukan pada kemampuan teknis, melainkan pada kemauan institusi untuk membuka fakta secara transparan ketika perkara menyentuh ranah internal.
Komnas HAM mendatangi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk memantau langsung kondisi kesehatan Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus (AY), Kamis (26/3/2026).
Ubedilah juga melihat langkah TNI mengumumkan pelaku tidak lepas dari tekanan opini publik yang berkembang di media sosial.
Danpuspom TNI, Mayjen Yusri Nuryanto memastikan pihaknya masih mendalami kemungkinan adanya perintah dari atasan maupun motif di balik penyerangan terhadap aktivis.
Mengenal BAIS TNI sebagai pilar utama intelijen militer. Pelajari tugas, struktur organisasi, dan perannya dalam menjaga kedaulatan NKRI di sini.
Menilik kecanggihan Instalasi Tahanan Militer Pomdam Jaya Guntur. Fasilitas Super Maximum Security berbasis AI tempat penahanan tersangka kasus Andrie Yunus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved