Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengonfirmasi tengah melakukan asesmen mendalam terhadap sedikitnya 12 orang yang diduga mengalami rentetan ancaman serius. Belasan orang yang terdiri dari saksi, pendamping, hingga aktivis ini mendapat intimidasi terkait proses pengungkapan kasus kekerasan yang menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus.
Langkah ini diambil sebagai upaya darurat untuk memastikan perlindungan bagi pihak-pihak yang vokal menyuarakan perkara tersebut agar proses hukum dapat berjalan tanpa tekanan fisik maupun psikis.
Koordinator Subkomisi Penegakan HAM sekaligus Komisioner Mediasi Komnas HAM, Pramono Ubaid Tanthowi, menyatakan bahwa proses asesmen masih berlangsung untuk memetakan tingkat risiko serta kebutuhan perlindungan para korban.
"Kami sedang melakukan asesmen terhadap 12 orang. Ada indikasi ancaman pada setidaknya 12 orang tersebut," ujar Pramono di Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Berdasarkan temuan awal, Pramono menyebutkan bahwa pola ancaman yang muncul mayoritas terjadi di ruang digital. Bentuk teror ini mencakup intimidasi melalui media sosial hingga komunikasi daring lainnya yang menyasar privasi para pihak terkait.
Demi menjaga keselamatan, Komnas HAM menegaskan bahwa identitas ke-12 orang tersebut tidak akan diungkap ke publik.
"Kami belum bisa sebutkan nama-nama 12 orang ini untuk menjamin keselamatan mereka," tegasnya.
Selain melakukan asesmen fisik dan psikis, Komnas HAM tengah melakukan profiling terhadap pola ancaman yang muncul. Langkah ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemungkinan keterkaitan antaraktor di balik teror tersebut.
Upaya ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi seluruh pihak yang terlibat dalam proses hukum, sehingga penegakan hukum oleh aparat kepolisian dapat berjalan objektif tanpa adanya tekanan eksternal maupun intimidasi sistematis.
YLBHI mengkritik pelimpahan kasus penyiraman Andrie Yunus ke Puspom TNI, menilai aktor intelektual dan jaringan pelaku belum terungkap secara menyeluruh.
Kontras mendesak DPR mendorong Presiden membentuk TGPF Independen untuk usut tuntas aktor intelektual penyiraman air keras Andrie Yunus demi menjaga demokrasi
Komnas HAM mendesak Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri untuk mengambil alih penanganan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Kontras, Andrie Yunus
Penanganan kasus Andrie Yunus menuai sorotan. TGPF didorong segera dibentuk untuk ungkap fakta dan pulihkan kepercayaan publik.
LETJEN TNI Yudi Abrimantyo resmi mundur dari jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI pada Rabu, 25 Maret 2026. Ini beberapa nama yang berpotensi mengisi jabatan tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved