Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMANDAN Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI, Mayjen Yusri Nuryanto memastikan pihaknya masih mendalami kemungkinan adanya perintah dari atasan maupun motif di balik penyerangan terhadap aktivis.
Pendalaman dilakukan melalui pengumpulan bukti dan keterangan saksi secara bertahap.
“Yang terkait perintah siapa, itu nanti masih kita dalami ya. Karena perlu pengumpulan saksi, kemudian bukti-bukti yang ada,” ujar Yusri.
Ia menegaskan, proses penyidikan tidak hanya berhenti pada pelaku di lapangan, tetapi juga membuka kemungkinan penelusuran lebih jauh apabila ditemukan indikasi keterlibatan pihak lain.
Terkait motif penyerangan, Yusri menyebut pihaknya belum dapat menyimpulkan apakah ada kaitan dengan aktivitas korban yang kerap mengkritik sektor pertahanan. Menurutnya, aspek tersebut masih menjadi bagian dari pendalaman.
“Masalah motif, motivasi juga sama. Jadi kami mohon bersabar ya,” katanya.
Lebih lanjut, Yusri menekankan bahwa proses hukum di lingkungan TNI akan berjalan secara profesional dan terbuka. Ia memastikan tidak ada upaya menutup-nutupi dalam penanganan perkara tersebut.
“Untuk masalah transparansi penyidikan, Puspom TNI akan bekerja secara profesional. Nanti akan kami sampaikan tahap-tahapnya, mulai dari penyidikan, pemberkasan, sampai penyerahan berkas ke Oditur Militer,” jelasnya.
Ia menambahkan, publik akan terus mendapat informasi terkait perkembangan kasus, termasuk saat perkara memasuki tahap persidangan.
“Percaya sama kami, kita akan bertindak profesional dan transparan. Pada setiap tahap, kami juga akan tetap mengundang rekan-rekan media,” pungkas Yusri. (Far/I-1)
Mengenal BAIS TNI sebagai pilar utama intelijen militer. Pelajari tugas, struktur organisasi, dan perannya dalam menjaga kedaulatan NKRI di sini.
Menilik kecanggihan Instalasi Tahanan Militer Pomdam Jaya Guntur. Fasilitas Super Maximum Security berbasis AI tempat penahanan tersangka kasus Andrie Yunus.
Dalam forum Deep Talk Indonesia yang diselenggarakan bersama Gerakan Indonesia Optimis, para narasumber menegaskan bahwa serangan terhadap aktivis tidak dapat dipahami secara parsial.
Kepolisian memiliki kapasitas untuk segera mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Kontras
RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) memberikan penanganan intensif terhadap Andrie Yunus, korban luka bakar akibat paparan cairan kimia yakni air keras.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved