Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMANDAN Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI, Yusri Nuryanto menyatakan pihaknya masih mendalami motif di balik penyerangan terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus. Proses penyidikan, kata dia, kini difokuskan pada pengembangan peran masing-masing terduga pelaku.
Yusri mengungkapkan, berdasarkan rekaman CCTV di lokasi kejadian, terlihat dua orang yang diduga sebagai pelaku lapangan. Namun, dari hasil penyerahan satuan, terdapat empat orang yang kini berstatus terduga tersangka.
“Dari rekaman CCTV memang terlihat dua orang pelaku, tetapi dari satuan menyerahkan ada empat orang,” ujar Yusri.
Ia menegaskan, perbedaan jumlah tersebut akan menjadi bagian dari pendalaman penyidik untuk mengurai keterlibatan masing-masing individu dalam peristiwa tersebut.
“Nanti akan kami kembangkan, bagaimana peran dari masing-masing yang diduga tersangka itu,” katanya.
Ditanya soal motif penyerangan, Yusri belum memberikan kesimpulan. Ia menyebut, penyidik masih membutuhkan waktu untuk menggali latar belakang dan kemungkinan keterkaitan para pelaku.
“Motivasi tentu perlu pendalaman lebih lanjut, karena para terduga baru tadi pagi diserahkan kepada penyidik,” ucapnya.
Puspom TNI memastikan proses penyidikan akan dilakukan secara menyeluruh dan profesional, termasuk menelusuri kemungkinan adanya peran lain di luar pelaku lapangan dalam kasus yang menyita perhatian publik tersebut.
Sebagai informasi, dalam pekerjaannya, Andrie terlibat dalam berbagai laporan yang diterbitkan organisasi masyarakat sipil, khususnya KontraS. Sepanjang 2025 hingga 2026, Andrie aktif mengadvokasi berbagai isu. Ia sempat mendobrak rapat tertutup Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang membahas Rencana Perubahan Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia di Hotel Fairmont, Jakarta, pada 15 Maret 2025.
Saat itu, KontraS bersama organisasi lain menyatakan penolakan terhadap RUU TNI yang dinilai bermasalah. Koalisi juga menolak pembahasan RUU tersebut karena berlangsung secara tertutup dan tidak transparan.
Andrie juga menjadi saksi dalam sidang Mahkamah Konstitusi Nomor 81/PUU-XXIII/2025 tentang pengujian formil Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. (Far/P-3)
Puspom TNI menangkap 4 oknum prajurit TNI AL dan AU berinisial NDP, SL, BHW, dan ES terkait kasus penyiraman air keras aktivis Kontras Andrie Yunus.
Pemuda asal Manado, Sulawesi Utara, tewas mengenaskan setelah ditikam oleh temannya sendiri di Dusun Benteng Timur, Desa Kembang Ragi, Sulawesi Selatan
Sebanyak 86 rekaman CCTV telah dikumpulkan dan dipaparkan dalam proses penyelidikan. Seluruh rekaman tersebut kini dianalisis untuk mengungkap peristiwa secara menyeluruh
Koalisi Masyarakat Sipil desak pengungkapan aktor intelektual penyiraman air keras Andrie Yunus via peradilan umum. Tolak impunitas di peradilan militer.
Ia mengingatkan agar penyidik tidak terburu-buru menyimpulkan pihak yang terlibat, baik dari kalangan sipil maupun institusi tertentu.
Kabar terbaru Andrie Yunus (KontraS): Kondisi mulai membaik pasca operasi mata dan tanam kulit di RSCM. Luka bakar terkoreksi 20%, simak update lengkapnya.
WAKIL Ketua Komisi I DPR RI Fraksi PKS Sukamta merespons perkembangan kasus kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus yang diduga melibatkan oknum anggota Bais TNI.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved