Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

86 CCTV Dipelajari untuk Ungkap Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras

Athiyya Nurul Firjatillah
18/3/2026 20:20
86 CCTV Dipelajari untuk Ungkap Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (tengah)(MGN)

KEPALA Polri (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan Presiden memerintahkan Polri mengusut tuntas kasus penyiraman terhadap aktivis KontraS. Saat ini, penyidik terus mendalami puluhan rekaman kamera pengawas yang telah dikumpulkan.

“Kemarin bapak presiden sudah jelas memerintahkan kita harus mengusut tuntas, tentunya saat ini Polri sedang bekerja,” kata Kapolri di Polda Metro Jaya, Rabu (18/3).

Ia mengungkapkan, sebanyak 86 rekaman CCTV telah dikumpulkan dan dipaparkan dalam proses penyelidikan. Seluruh rekaman tersebut kini dianalisis untuk mengungkap peristiwa secara menyeluruh.

“Kemarin sudah ditampilkan 86 CCTV dan saat ini itu sedang dilakukan pendalaman, yang jelas tentunya kita tidak berhenti sampai di situ,” ujarnya.

Selain CCTV, polisi juga terus mengumpulkan berbagai alat bukti lain untuk memperkuat pengungkapan kasus.

“Namun juga mencari sumber-sumber informasi, alat bukti lain, barang bukti lain yang kemudian semua kita satukan untuk betul-betul bisa membuat kasus ini menjadi terungkap, ataupun paling tidak menjadi terang benderang,” jelas Kapolri.

Dari hasil penyelidikan sementara, polisi telah mengantongi identitas dua terduga pelaku berinisial BHC dan MAK. Meski demikian, jumlah pelaku diduga lebih dari empat orang. Polisi terus mendalami rangkaian peristiwa dengan menganalisis rekaman CCTV di sejumlah titik serta mengumpulkan keterangan saksi guna mengungkap seluruh pihak yang terlibat.

Diketahui, aktivis KontraS, Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal pada Kamis, 12 Maret 2026 sekitar pukul 23.00 WIB. Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar 24 persen dan masih menjalani perawatan intensif di RS Cipto Mangunkusumo. (MGN/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik