Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Posko Terpadu Lebaran Pemprov Jateng akan Beroperasi 24 Jam, Pantau CCTV di 10 Titik Rawan

Hariyanto Mega
13/3/2026 19:28
Posko Terpadu Lebaran Pemprov Jateng akan Beroperasi 24 Jam, Pantau CCTV di 10 Titik Rawan
Posko Terpadu Lebaran 2026 Pemprov Jateng(MI/Hariyanto Mega)

KEPALA Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Arief Djatmiko, menyebut jumlah pemudik yang menuju Jawa Tengah pada Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 17,7 juta orang. Angka tersebut meningkat sekitar 30 persen dibandingkan tahun 2025 yang tercatat sekitar 13 juta pemudik.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mengoperasikan Posko Terpadu Lebaran 2026 sejak 13 Maret hingga 30 Maret 2026. Posko tersebut menjadi pusat koordinasi pemantauan arus mudik dan penanganan berbagai kondisi darurat di jalur transportasi.

Arief Djatmiko mengatakan, Posko Terpadu Provinsi Jawa Tengah akan beroperasi 24 jam dengan pembagian tiga shift petugas yang berasal dari berbagai instansi, seperti kepolisian, Basarnas, Jasa Marga, dan BMKG.

“Pemudik juga dapat mengecek kondisi lalu lintas di kabupaten atau kota tujuan sebelum berangkat melalui sistem pemantauan yang kami sediakan,” ujar Arief.

Selain personel dari instansi terkait, Dinas Perhubungan Jawa Tengah juga mengaktifkan lebih dari 350 anggota kelompok masyarakat sadar keselamatan untuk membantu pemantauan di titik-titik yang jauh dari jangkauan petugas.

Dishub Jawa Tengah juga telah memasang 10 kamera pengawas (CCTV) yang terhubung dengan sistem pemantauan milik kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Fasilitas ini memungkinkan masyarakat memantau kondisi lalu lintas secara langsung sebelum melakukan perjalanan mudik.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan seluruh petugas di pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu harus siaga penuh selama 24 jam selama masa mudik Lebaran.

Menurutnya, posko tersebut tidak hanya berfungsi memantau arus mudik dan pergerakan kendaraan, tetapi juga untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan, termasuk kemacetan, kendaraan mogok, kecelakaan lalu lintas, hingga potensi bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.

“Pos terpadu, pos pengamanan, dan pos pelayanan sejatinya dibuat untuk memberikan pelayanan lebih kepada masyarakat,” kata Ahmad Luthfi saat membuka Posko Terpadu Lebaran 2026 di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Jumat (13/3).

Ia juga mengingatkan agar keselamatan dan kenyamanan petugas tetap menjadi prioritas agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan maksimal.

Berdasarkan evaluasi mudik tahun sebelumnya, pemerintah juga melakukan sejumlah peningkatan layanan, di antaranya penambahan kantong parkir dan fasilitas toilet di rest area tol, pemasangan penerangan jalan umum, serta penambahan rambu portabel di jalur alternatif.

Selain itu, petugas diminta meningkatkan kewaspadaan di jalur selatan Jawa Tengah yang masih memiliki keterbatasan penerangan jalan serta memperketat pengawasan di objek vital seperti tempat ibadah, pusat perbelanjaan, pasar, dan destinasi wisata selama libur Lebaran. (HT)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya