Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Menilik Fasilitas Super Maximum Security Pomdam Jaya: Penjara Militer Tercanggih di Indonesia

mediaindonesia.com
18/3/2026 16:06
Menilik Fasilitas Super Maximum Security Pomdam Jaya: Penjara Militer Tercanggih di Indonesia
Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI Mayjen Yusri Nuryanto saat jumpa pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (13/2/2026).(ANTARA/Walda Marison)

Penetapan empat oknum anggota TNI sebagai tersangka dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus menarik perhatian publik ke Jalan Sultan Agung No. 33, Guntur, Jakarta Selatan. Di lokasi inilah berdiri Instalasi Tahanan Militer (Staltahmil) Pomdam Jaya, sebuah fasilitas penahanan yang diklaim sebagai yang tercanggih dan paling aman di Indonesia.

Bukan sekadar penjara dengan jeruji besi tebal, fasilitas ini mengusung konsep Super Maximum Security yang terintegrasi sepenuhnya dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan sistem keamanan digital.

Revolusi "Smart Prison" Berbasis ICT dan AI

Diresmikan pada tahun 2021, Staltahmil Pomdam Jaya dibangun dengan investasi besar dalam Mata Uang Rupiah. Fasilitas ini dirancang untuk meminimalisir kesalahan manusia (human error) serta potensi penyalahgunaan wewenang di dalam ruang tahanan.

Berikut adalah pilar utama kecanggihan sistem keamanan di Pomdam Jaya Guntur:

1. Artificial Intelligence (AI) Monitoring

Kamera pengawas di setiap sudut sel dan koridor dilengkapi dengan algoritma AI yang mampu mendeteksi gerakan tidak wajar. Jika terjadi indikasi perkelahian, upaya menyakiti diri sendiri, atau perusakan fasilitas, sistem akan mengirimkan peringatan instan ke Command Center.

2. Smart Card & Biometric Access

Akses masuk ke blok tahanan menggunakan verifikasi berlapis. Petugas tidak lagi membawa kunci manual, melainkan menggunakan kartu akses pintar dan pemindaian biometrik untuk memastikan hanya personel berwenang yang bisa masuk ke area tertentu.

3. Electronic Locking System

Seluruh pintu sel dikendalikan secara elektronik dan terpusat. Hal ini menutup celah terjadinya upaya pelarian melalui penggandaan kunci atau kolusi antara tahanan dan petugas penjaga.

Tabel Perbandingan Fasilitas Penahanan

Fitur Keamanan Sistem Konvensional Smart Prison Pomdam Jaya
Kunci Pintu Kunci Manual/Gembok Sistem Elektronik Terpusat
Pengawasan Patroli Fisik Berkala AI Surveillance 24/7
Kunjungan Tatap Muka Langsung Virtual & Face-to-Face Terbatas

Struktur dan Kapasitas Fasilitas

Fasilitas ini memiliki kapasitas untuk menampung sekitar 83 hingga 100 orang tahanan. Untuk kasus yang menjadi atensi publik seperti penyiraman air keras Andrie Yunus, tersangka biasanya ditempatkan di blok dengan pengawasan ekstra guna menjamin keamanan fisik tersangka sekaligus mencegah adanya intervensi dari pihak luar selama proses penyidikan oleh Puspom TNI.

Beberapa fasilitas pendukung lainnya meliputi:

  • Ruang Pemeriksaan: Dilengkapi dengan alat perekam audio-visual untuk memastikan transparansi BAP.
  • Sistem Sanitasi: Pengaturan air dan kebersihan yang dilakukan secara otomatis untuk menjaga standar kesehatan tahanan.
  • Command Center: Pusat kendali yang memantau seluruh aktivitas di dalam instalasi secara real-time.

FAQ: People Also Ask

  • Mengapa tersangka militer ditahan di Pomdam Jaya? Sesuai UU peradilan militer, prajurit aktif yang diduga melakukan tindak pidana wajib ditahan di instalasi tahanan militer.
  • Apakah fasilitas ini melanggar HAM? Tidak. Penggunaan teknologi AI justru bertujuan untuk mencegah kekerasan (bullying) antar tahanan dan memastikan perlakuan yang adil sesuai prosedur hukum.
  • Di mana lokasi tepatnya? Instalasi ini berada di kompleks Pomdam Jaya Guntur, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Kesimpulan

Instalasi Tahanan Militer Pomdam Jaya Guntur merupakan representasi modernisasi penegakan hukum di lingkungan TNI. Dengan sistem Super Maximum Security berbasis AI, fasilitas ini menjamin bahwa setiap tersangka, termasuk dalam kasus Andrie Yunus, menjalani masa penahanan dengan pengawasan yang ketat, transparan, dan jauh dari praktik kekerasan ilegal.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik