Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI III DPR RI menggelar rapat khusus merespons aksi penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras, Andrie Yunus. DPR menegaskan bahwa serangan terhadap pembela Hak Asasi Manusia (HAM) tersebut bukan sekadar kriminal biasa, melainkan ancaman nyata terhadap demokrasi.
Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menyatakan bahwa rapat ini merupakan bentuk keberpihakan parlemen terhadap perlindungan aktivis sipil.
“Pagi ini kami telah melaksanakan rapat Komisi III, rapat khusus untuk merespons penyiraman air keras terhadap saudara Andrie Yunus, pembela HAM sekaligus pengurus Kontras,” kata Habiburokhman di Kompleks Parlemen, Senin (16/3).
Ia menegaskan Komisi III mengecam keras aksi kekerasan tersebut karena dinilai mengancam iklim demokrasi.
“Kami memperhatikan dan mengecam keras aksi penyiraman air keras tersebut karena bukan sekadar kriminal biasa, melainkan kejahatan terhadap demokrasi,” ujarnya.
Dalam rapat itu, Komisi III juga mengeluarkan sejumlah kesimpulan yang disebut memiliki kekuatan mengikat sesuai ketentuan konstitusi dan undang-undang.
Pertama, DPR menegaskan negara wajib memberikan perlindungan kepada Andrie Yunus sebagai warga negara sekaligus pembela HAM.
“Saudara Andrie Yunus wajib memperoleh haknya untuk mendapatkan perlindungan, baik berdasarkan hukum nasional maupun hukum internasional yang telah diterima oleh Negara Republik Indonesia,” kata Habiburokhman.
Komisi III juga menilai serangan tersebut berpotensi menjadi bentuk perlawanan terhadap komitmen pemerintah dalam memperkuat perlindungan HAM di Indonesia.
“Aksi penyiraman air keras terhadap Saudara Andrie Yunus merupakan bentuk resistensi atau perlawanan terhadap komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk memaksimalkan perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan hak asasi manusia,” ujarnya.
Di sisi penegakan hukum, Komisi III mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) segera mengusut tuntas kasus tersebut dan tidak berhenti pada pelaku lapangan.
“Komisi III DPR meminta kepada Polri untuk mengusut tuntas kasus penyiraman air keras kepada Saudara Andrie Yunus secara cepat, transparan, dan profesional, serta segera mengungkap dan menangkap para pelakunya,” tegas Habiburokhman.
Ia menekankan penyelidikan harus menjerat seluruh pihak yang terlibat dalam kejahatan tersebut.
“Baik yang merencanakan, memerintahkan, melaksanakan, maupun melakukan perbantuan harus diproses sesuai ketentuan perundang-undangan,” katanya.
Selain itu, Komisi III juga meminta pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menjamin seluruh biaya pengobatan dan pemulihan korban.
“Komisi III meminta pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan, untuk menjamin seluruh biaya pengobatan terbaik dan pemulihan kesehatan Saudara Andrie Yunus,” ujar Habiburokhman.
DPR juga mendorong Polri berkoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk memberikan perlindungan khusus kepada korban, keluarga, serta jaringan organisasinya.
“Polri dan LPSK harus berkoordinasi untuk memberikan perlindungan khusus kepada Saudara Andrie Yunus beserta keluarga, organisasinya, serta pihak-pihak lain guna menjamin keamanan agar tidak terjadi kekerasan susulan,” katanya.
Habiburokhman menegaskan Komisi III akan terus mengawasi perkembangan perkara tersebut melalui rapat kerja dan rapat dengar pendapat dengan aparat penegak hukum.
“Komisi III DPR akan terus mengawal penanganan kasus penyiraman air keras terhadap Saudara Andrie Yunus untuk memastikan ditegakkannya hukum, kebenaran, dan keadilan,” ujarnya. (P-4)
Setara Institute sebut penyiraman air keras Andrie Yunus (KontraS) sebagai alarm bahaya bagi demokrasi. Polisi didesak bongkar aktor intelektual serangan
Habiburokhman ingatkan bahaya foto AI terduga pelaku penyiraman air keras Andrie Yunus (KontraS). Polisi diminta segera klarifikasi agar tak salah sasaran
Update kasus penyiraman air keras aktivis KontraS, Andrie Yunus. Polda Metro Jaya uji forensik helm dan wadah cairan kimia untuk lacak DNA dan sidik jari pelaku
Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri jamin pengusutan kasus penyiraman air keras aktivis KontraS, Andrie Yunus, berjalan transparan. Simak update terbarunya
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meminta masyarakat memberikan kepercayaan kepada proses hukum yang sedang berjalan terkait pengusutan kasus serangan penyiraman air keras.
Habiburokhman ingatkan bahaya foto AI terduga pelaku penyiraman air keras Andrie Yunus (KontraS). Polisi diminta segera klarifikasi agar tak salah sasaran
ANGGOTA Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya dukung SKB 7 Menteri & Permenkomdigi No 9 Tahun 2026 terkait pembatasan AI instan & medsos bagi anak.
Penetapan lima Anggota Dewan Komisioner OJK periode 2026-2031 harus menjadi momentum penguatan kualitas pengawasan sektor jasa keuangan.
KETUA DPR RI Puan Maharani menegaskan bahwa pihaknya saat ini memilih untuk fokus pada urusan kesejahteraan rakyat dan sinergi program pemerintah dibandingkan Pilpres 2029.
Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan bahwa keselamatan jemaah haji Indonesia harus menjadi prioritas utama di tengah kondisi geopolitik Timur Tengah yang kian memanas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved