Headline

Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.

Prajurit Indonesia Gugur dalam Misi UNIFIL, DPR Tuntut Investigasi Asal Serangan

Rahmatul Fajri
30/3/2026 15:04
Prajurit Indonesia Gugur dalam Misi UNIFIL, DPR Tuntut Investigasi Asal Serangan
DPR RI mendesak investigasi menyeluruh atas gugurnya prajurit TNI dalam serangan misil di markas UNIFIL Libanon(AFP)

DPR RI mendesak investigasi menyeluruh atas gugurnya prajurit TNI dalam serangan misil di markas pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon. Asal serangan dan pihak yang bertanggung jawab harus diungkap secara terang.

Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono, menegaskan bahwa pengusutan detail insiden menjadi kunci untuk memastikan keadilan bagi keluarga korban sekaligus mencegah kejadian serupa.

“Harus ada investigasi mendalam. Dari mana serangan berasal, siapa pelakunya, dan bagaimana titik sasaran bisa mengenai prajurit kita, itu semua harus jelas,” kata Dave di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (30/3).

Ia menyoroti dua kemungkinan krusial, apakah prajurit berada di titik rawan, atau terjadi kesalahan informasi dari pihak penyerang. Menurutnya, kejelasan fakta penting untuk menghentikan spekulasi liar.

“Apakah posisi kita yang keliru, atau ada miskomunikasi intelijen dari pihak penyerang? Ini yang harus dibongkar,” ujarnya.

Hasil investigasi, lanjut Dave, harus menjadi dasar evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP) penugasan internasional TNI.

“Ini momentum memperkuat SOP agar tidak ada lagi celah yang membahayakan pasukan kita di medan konflik,” tegas politisi Golkar tersebut.

Sebelumnya, satu prajurit TNI yang tergabung dalam misi UNIFIL dilaporkan gugur di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Hizbullah dan Israel.

Kepala Biro Humas Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengonfirmasi insiden yang terjadi di sekitar Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3) malam.

Selain satu korban meninggal, tiga prajurit lainnya mengalami luka, satu luka berat dan dua luka ringan, dan telah mendapat penanganan medis.

“Kami mengonfirmasi insiden di area UNIFIL akibat eskalasi keamanan. Satu prajurit meninggal dunia, satu luka berat, dan dua luka ringan,” kata Rico.

Laporan awal menyebutkan pasukan TNI berada di tengah baku tembak artileri antara pihak-pihak yang bertikai. Hingga kini, investigasi masih dilakukan oleh otoritas UNIFIL.

“Proses klarifikasi masih berlangsung di lapangan,” ujar Rico. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya