Headline

Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.

Polisi Uji Forensik Helm Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras

Rahmatul Fajri
16/3/2026 14:26
Polisi Uji Forensik Helm Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras
Rekaman CCTV dua pelaku penyiraman air keras ke aktivis Kontras Andrie Yunus(Istimewa)

DIREKTORAT Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya mengandalkan metode scientific crime investigation untuk mengungkap identitas pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Fokus utama penyelidikan tertuju pada jejak sidik jari dan DNA pelaku yang diduga tertinggal pada benda-benda di lokasi kejadian.

Penyidik saat ini tengah melakukan uji laboratorium forensik terhadap helm yang ditemukan di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat. Selain helm, polisi juga menguji sebuah wadah yang diduga kuat digunakan pelaku untuk menyimpan cairan kimia berbahaya saat melancarkan aksinya pada Kamis malam lalu.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Iman Imanuddin, menyatakan bahwa langkah ini diharapkan dapat memberikan titik terang mengenai profil pelaku melalui bukti biologis.

"Kami sedang melakukan uji laboratorium forensik terhadap petunjuk yang ditemukan di TKP berupa helm dan wadah yang diduga tempat cairan kimia tersebut. Kami sangat berharap hasil uji tersebut membuahkan hasil, baik itu ditemukannya sidik jari maupun DNA pelaku yang menempel di helm," ujar Iman di Mapolda Metro Jaya, Senin (16/3).

Iman menegaskan bahwa hingga saat ini kepolisian belum melakukan penangkapan atau upaya paksa terhadap pihak mana pun. Ia mengatakan penyidik masih bekerja mengumpulkan barang bukti dan fakta berdasarkan analisis rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

"Sampai dengan hari ini kami belum melakukan upaya paksa. Kami masih terus melakukan pengumpulan fakta hukum berdasarkan analisa CCTV dan jaringan komunikasi yang kami peroleh," jelasnya.

Sebelumnya, Andrie Yunus disiram air keras oleh orang tak dikenal di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (12/3) tengah malam. Saat itu, Andrie dalam perjalanan setelah menyelesaikan rekaman siniar (podcast) terkait kritik remiliterisasi. Akibat serangan ini, Andrie Yunus dilaporkan mengalami luka bakar serius di area wajah, mata, dada, hingga kedua tangan.

(P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya