Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

6 Fakta Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Aktivis KontraS di Salemba

 Gana Buana
14/3/2026 12:56
6 Fakta Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Aktivis KontraS di Salemba
Fakta Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Aktivis KontraS(Antara)

KASUS penyiraman zat kimia berbahaya yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, menjadi sorotan tajam publik. Insiden yang terjadi di kawasan Salemba, Jakarta Pusat ini, memicu kekhawatiran atas keselamatan aktivis kemanusiaan di Indonesia.

Berikut adalah fakta-fakta utama terkait kasus penyerangan terhadap Andrie Yunus yang terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026:

1. Korban adalah Aktivis HAM

Andrie Yunus merupakan tokoh sentral di Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). Sebagai Wakil Koordinator, ia aktif menyuarakan kritik terhadap kebijakan negara yang dianggap mencederai hak asasi manusia dan nilai-nilai demokrasi.

2. Waktu dan Lokasi Kejadian

Penyerangan terjadi pada Kamis (12/3), sekitar pukul 23.00 WIB. Lokasi kejadian berada di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, sebuah wilayah strategis yang tak jauh dari pusat-pusat pergerakan aktivis di ibu kota.

3. Usai Bahas Isu Remiliterisme

Fakta krusial dalam kasus ini adalah aktivitas korban sebelum diserang. Andrie Yunus diketahui baru saja keluar dari kantor YLBHI setelah mengisi podcast bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia”.

Tema ini disinyalir berkaitan dengan kritik keras terhadap kebijakan keamanan nasional terbaru.

4. Terekam CCTV: Dua Pelaku Bermotor

Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) yang telah dikantongi pihak kepolisian, pelaku berjumlah dua orang. Mereka menggunakan sepeda motor dan melakukan aksi penyiraman secara cepat saat korban berada di area yang minim pengawasan.

5. Dugaan Aksi Terorganisir

Mantan penyidik KPK, Novel Baswedan, turut memberikan pandangannya. Menurut Novel, serangan ini memiliki pola yang sangat mirip dengan teror-teror terhadap aktivis sebelumnya. Ia menilai serangan tersebut bersifat terencana dan terorganisir, bukan tindakan kriminalitas jalanan biasa.

Novel Baswedan menyatakan bahwa serangan air keras bertujuan untuk memberikan dampak psikologis yang besar atau cacat permanen bagi korbannya.

6. Penyelidikan dan Atensi Kapolri

Polda Metro Jaya saat ini sedang melakukan pendalaman terhadap bukti-bukti di lapangan. Kapolri dikabarkan memberikan atensi khusus untuk mengungkap identitas pelaku serta aktor intelektual di balik penyerangan ini guna meredam keresahan di kalangan masyarakat sipil.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus memburu pelaku berdasarkan ciri-ciri yang didapat dari rekaman CCTV dan keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya