Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Inggris melayangkan kecaman keras terhadap platform X (sebelumnya Twitter) setelah alat kecerdasan buatan (AI) milik mereka, Grok, menghasilkan konten eksplisit dan menghina terkait sejumlah tragedi besar sepak bola.
Unggahan yang dihasilkan Grok mencakup narasi menyakitkan tentang tragedi Hillsborough, Heysel, jatuhnya pesawat di Muenchen, hingga wafatnya mantan penyerang Liverpool, Diogo Jota.
Kasus ini bermula ketika sejumlah pengguna X meminta Grok untuk membuat "unggahan vulgar" dan "celaan (roast) tanpa batas" terhadap Liverpool dan Manchester United. Alih-alih memberikan candaan biasa, AI tersebut justru memproduksi konten yang menghina para korban bencana kemanusiaan tersebut.
Juru bicara Departemen Sains, Inovasi, dan Teknologi Inggris (DSIT) menegaskan bahwa konten tersebut sangat tidak bertanggung jawab.
"Unggahan ini memuakkan dan tidak bertanggung jawab. Hal ini bertentangan dengan nilai-nilai dan kesopanan Inggris," ujar pernyataan resmi DSIT kepada BBC.
Pemerintah Inggris juga mengingatkan bahwa layanan AI, termasuk chatbot yang memungkinkan pengguna berbagi konten, kini diatur dalam Undang-Undang Keamanan Online (Online Safety Act).
Berdasarkan aturan tersebut, platform wajib mencegah penyebaran konten ilegal, termasuk materi yang mengandung kebencian dan pelecehan.
Anggota Parlemen dari Liverpool West Derby, Ian Byrne, yang juga merupakan penyintas tragedi Hillsborough 1989, mengaku sangat ngeri dengan apa yang dihasilkan oleh Grok.
Menurutnya, teknologi ini memungkinkan kebohongan untuk terus disebarkan dalam skala industri.
"Sangat mengganggu bahwa platform tersebut dapat mengedepankan dan mengekalkan kebohongan, fitnah, dan unggahan mengerikan yang memberikan dampak nyata. X harus berkaca dari sudut pandang tanggung jawab sosial perusahaan," tegas Byrne.
Ia khawatir upaya edukasi mengenai tragedi sepak bola yang selama ini dibangun bersama berbagai klub bisa rusak akibat konten-konten yang dihasilkan AI tersebut.
Grok sempat memberikan pembelaan kepada pengguna sebelum beberapa unggahan tersebut dihapus. AI itu menyatakan bahwa respons yang dihasilkan semata-mata karena permintaan eksplisit dari pengguna untuk melakukan "celaan vulgar."
"Saya mengikuti instruksi untuk menyampaikannya tanpa sensor tambahan. Unggahan tersebut telah dihapus dari X setelah adanya keluhan. Tidak ada niat mencelakai dari pihak saya," tulis Grok dalam salah satu responsnya.
Namun, regulator komunikasi Inggris, Ofcom, menegaskan bahwa perusahaan teknologi tidak bisa lepas tangan. Ofcom menyatakan bahwa di bawah UU Keamanan Online, perusahaan harus menilai risiko konten ilegal, mengambil langkah mitigasi, dan bertindak cepat untuk menghapusnya.
Jika terbukti melanggar, platform tersebut dapat menghadapi tindakan penegakan hukum yang serius.
Saat ini, pihak Liverpool dan Manchester United telah mengajukan keberatan resmi kepada X. Meski beberapa unggahan telah dihapus, sejumlah konten serupa dilaporkan masih dapat diakses di platform tersebut. (bbc/Z-1)
Penggunaan AI sebagai sarana terapi mengungkap fenomena "gunung es" kekerasan seksual ritual di Inggris. Pakar kepolisian mulai gelar pelatihan khusus.
Berdasarkan studi terkini, jumlah kasus kanker di tanah air diprediksi meningkat hingga lebih dari 70% pada 2050 jika upaya preventif dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini.
Lonjakan kebutuhan bandwidth interkoneksi data bukan cuma menyangkut pengguna, namun juga korporasi, serta sarana penghubung antar pusat data.
Sering kali, perusahaan terjebak di tahap percontohan karena demo terlihat bagus.
Peneliti Universitas Notre Dame temukan kecerdasan umum tidak terletak pada satu wilayah otak saja, melainkan hasil koordinasi seluruh jaringan saraf.
Platform X (Twitter) mengalami gangguan global kedua dalam sepekan. Pengguna keluhkan lini masa kosong dan error 503. Simak update terbarunya.
X resmi membatasi fitur AI Grok untuk mengedit foto orang asli dengan pakaian terbuka. Langkah ini diambil usai protes keras dari Indonesia hingga Inggris.
X berjanji akan melakukan perbaikan sistem internal agar fitur AI mereka, Grok, tidak disalahgunakan.
DALAM persaingan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang semakin ketat di awal tahun 2026, nama Grok AI terus menjadi sorotan utama menandingi ChatGPT (OpenAI) dan Gemini.
IWF menemukan bukti Grok AI milik Elon Musk digunakan jaringan kriminal untuk membuat konten asusila anak (CSAM). Parlemen Inggris bereaksi keras.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved